5 Operasi Penyelamatan Dramatis yang Berakhir Bahagia

Willy Haryono    •    Selasa, 03 Jul 2018 13:09 WIB
thailand
5 Operasi Penyelamatan Dramatis yang Berakhir Bahagia
Presiden Chile Sebastian Pinera memeluk salah satu pekerja tambang yang diselamatkan pada 13 Oktober 2010. (Foto: AFP)

Chiang Rai: Selama berhari-hari, warga Thailand mengikuti setiap perkembangan dari operasi pencarian dan penyelamatan 12 anak-anak dan pelatih sepakbolah mereka yang hilang di sebuah gua. 

Pencarian akhirnya berakhir pada Senin 2 Juli 2018, setelah tim penyelam asal Inggris menemukan 12 anak-anak dan pelatih mereka di sebuah sudut di gua Tham Luang di Chiang Rai.

Saat ini, fokus tim penyelamat adalah mengevakuasi 12 anak dan pelatihnya dari gua. Bukan perkara mudah, karena kompleks gua dengan lorong sejauh 10 kilometer ini terendam air.

Tim penyelamat telah menyalurkan bantuan makanan darurat, dan akan menambahnya untuk pasokan empat bulan. Belasan anak dan pelatihnya juga akan dilatih menyelam.

Dari pekerja tambang yang terjebak di bawah tanah, hingga pelaut yang terperangkap di bawah air, berikut 5 operasi penyelamatan dramatis yang berakhir bahagia, seperti dikutip dari AFP, Selasa 3 Juli 2018.


12 anak dan pelatih sepakbola ditemukan di gua Tham Luang. (Foto: Thai Royal Navy)

Gramat, Prancis. 1999

Pada 22 November 1999, tim penyelamat berhasil mencapai lokasi tujuh orang yang terperangkap di sebuah kompleks gua. Para pekerja itu sudah terperangkap selama 10 hari.

Para pekerja, semuanya adalah penambang berpengalaman, terperangkap di Vitarelles setelah badai membuat kompleks gua terendam air.

Misi penyelamatan menyedot perhatian warga Prancis. Sejumlah pakar berusaha membobol beberapa lorong untuk menemukan para pekerja tambang. Upaya berbuah manis, setelah tujuh pekerja ditemukan ada di salah satu lorong.

Semua pekerja masih hidup karena secara hati-hati membatasi makanan mereka. Mereka semua dievakuasi dalam kondisi kesehatan yang baik.

Semenanjung Kamchatka, Rusia. 2005

Tujuh kru kapal selam mini Priz kehabisan udara setelah terperangkap selama tiga hari di bawah laut. Kapal selam mereka terjebak sejumlah puing lautan pada 4 Agustus 2005.

Kapal selam tersebut tidak dapat bergerak dari posisi tersebut, sekitar 190 meter dari permukaan laut.

Insiden Priz mengingatkan warga Rusia mengenai tragedi kapal selam Kursk lima tahun sebelumnya, yang berakhir dengan tragedi kematian seluruh kru yang berjumlah 118 orang.

Namun kru Priz berhasil diselamatkan setelah sebuah robot bawah laut asal Inggris berhasil membebaskan posisi kapal.

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan medali kepada tim Inggris yang menyelamatkan kru Priz. Putin kemudian mengumumkan akan membeli beberapa tipe robot bawah laut untuk misi penyelamatan.


Putin memberikan medali kepada tim Inggris. (Foto: AFP/SERGEI CHIRIKOV)

Copiapo, Chile. 2010

Nasib 33 orang yang terjebak di sebuah tambang di Chile usai insiden reruntuhan batu pada 5 Agustus 2010 menyedot perhatian global. Puluhan orang itu sempat dianggap sudah meninggal dunia karena pencarian tidak kunjung berbuah hasil.

Namun di hari ke 17, tim penyelamat menemukan 33 pekerja tambang. Para pekerja berhasil bertahan dengan membatasi makanan mereka yang tersisa, yakni 15 kaleng ikan tuna.

"Kami memakan satu sendok teh ikan tuna setiap 24 jam sekali, dan kemudian 48 jam sekali, dan menjadi 72 jam sekali. Sangat menyedihkan," ujar Franklin Lobos, salah satu korban selamat.

Meski sudah ditemukan, membutuhkan waktu beberapa pekan sebelum mereka semua dapat diangkat ke permukaan. 

Secara keseluruhan, operasi penyelamatan di tambang tersebut memakan waktu hampir 70 hari.


Salah satu korban selamat bersama istrinya. (Foto: AFP/HUGO INFANTE)

Ica, Peru. 2012

Sembilan pekerja tambang, termasuk ayah dan anak, terjebak tujuh hari di bawah tanah usai gua tempat mereka berada di Peru selatan runtuh pada 7 April 2012.

Tim penyelamat mengevakuasi para korban dengan selimut memakaikan mereka kacamata hitam. Mata para korban belum terbiasa setelah sepekan tidak melihat sinar matahari.

Operasi penyelamatan sempat dipicu kekhawatiran tambang tersebut akan kembali runtuh. Berada di kedalaman 250 meter, para pekerja sempat melakukan latihan fisik dan bersenda gurau untuk tetap berpikir positif.

"Saya merasa seperti terlahir kembali," ucap salah satu korban yang bertemu dengan keluarganya.


Presiden Peru Ollanta Humala bersama 9 pekerja tambang. (Foto: AFP/CRIS BOURONCLE)

Untersberg, Jerman. 2014

Lebih dari 700 personel darurat berusaha menyelamatkan Johann Westhauser setelah dirinya mengalami luka serius di bagian kepala di dalam kompleks gua di Jerman pada 8 Juni 2014.

Pria 52 tahun itu terkena bebatuan yang jatuh saat sedang bersama dua rekannya. Satu orang berjalan selama berjam-jam untuk mencari bantuan, sementara satunya bertahan bersama Westhauser.

Luka di kepala membuatnya tidak dapat bergerak. Tim penyelamat serta medis dari lima negara berusaha mengevakuasinya dari lokasi sedalam 1.000 meter dari permukaan.

Tim penyelamat menghadapi kondisi berbahaya dengan temperatur hampir nol derajat Celcius saat menelusuri lorong-lorong gua tersebut.

Westhauser akhirnya dievakuasi dari gua sebelas hari usai terluka, dalam sebuah operasi yang disebut otoritas Jerman "hampir mustahil" dilakukan.


Westhauser hendak diterbangkan ke rumah sakit. (Foto: AFP/NICOLAS ARMER)


(WIL)