Curhat Najib Razak Beberapa Jam Sebelum Ditahan

Sonya Michaella    •    Rabu, 04 Jul 2018 07:18 WIB
politik malaysia1mdb
Curhat Najib Razak Beberapa Jam Sebelum Ditahan
Mantan PM Malaysia Najib Razak ketika diperiksa SPRM untuk pertama kalinya. (Foto: AFP)

Kuala Lumpur: Tidak ada yang akan terhindar dari penghakiman di akhirat, termasuk para pemimpin di pemerintahan saat ini. Begitulah sepenggal curahan hati mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak beberapa jam sebelum dirinya ditangkap.

Selama kurang lebih dua menit, dirinya berbicara dalam sebuah rekaman video yang diunggah ke akun media sosialnya pada Selasa 3 Juli, hari di mana ia digelandang ke jeruji besi.

"Semua orang sama di hadapan hukum. Tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Tidak ada yang akan terhindar, termasuk para pemimpin sekarang," ucap Najib, dikutip dari The Star, Rabu 4 Juli 2018. 

"Bagi mereka yang menyebarkan berita tentang saya dan mengucilkan saya, saya menerima bahwa keluarga saya dan saya akan menghadapi cobaan dan kesengsaraan," lanjutnya.

Baca: Mantan PM Malaysia Najib Razak Ditahan

Najib juga sempat meminta maaf kepada masyarakat Malaysia dan ia mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai rakyat Malaysia.

"Bagi warga Malaysia yang saya cintai, jika Anda melihat pesan ini, berarti sebuah tindakan telah diambil. Saya ingin meminta maaf kepada seluruh warga Malaysia," ucap dia lagi.

"Warga Malaysia pantas mendapatkan kepemimpinan yang terbaik. Saya telah melakukan yang terbaik tetapi saya merasa itu tidak cukup, saya mengakui bahwa ada banyak kelemahan," tuturnya.

Di samping itu, Najib tetap menegaskan bahwa apa yang saat ini sedang menimpa dirinya hanyalah rumor dan fitnah. "Biarkan penyelidikan berlangsung. Saya belum memiliki kesempatan untuk membela diri," katanya.

Baca: Tokoh Kunci Mega-Korupsi di Malaysia Diduga Tinggal di Indonesia

"Tetapi saya masih bersyukur. Kita semua tahu bahwa percobaan di akhirat jauh lebih sulit. Saya akan kuat menghadapi tantangan saat ini," tutupnya.

Mantan Presiden UMNO ini ditangkap oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia di kediamannya di Langgak Duta, Kuala Lumpur, sekitar pukul 14.35 sore waktu setempat.

Dikabarkan, Najib akan dijerat dengan pasal berlapis Pasal 409 KUHP tentang pelanggaran pidana Kepercayaan, Pencucian Uang, Pendanaan Tidak Sah, dan Menerima Hasil dari Aktivitas Tidak Sah.





(JMS)