Dugaan Narkoba, Tiga WN Korsel Ditembak Mati di Filipina

Sonya Michaella    •    Kamis, 13 Oct 2016 13:28 WIB
politik filipina
Dugaan Narkoba, Tiga WN Korsel Ditembak Mati di Filipina
Situasi di lokasi penemuan tiga WN Korsel yang ditembak mati di Filipina (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Manila: Perang narkoba Presiden Filipina, Rodrigo Duterte kini menyebabkan warga negara lain menjadi korban.

Tiga warga negara Korea Selatan (Korsel) ditemukan tak bernyawa dengan luka tembak di kepala, kemarin, di Bacolod, dekat ibu kota Manila.

"Tiga korban terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Satu korban ditemukan dengan tangan terikat," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel, seperti dikutip Yonhap, Kamis (13/10/2016).

"Pejabat kedutaan kami di Filipina sudah pergi ke lokasi untuk melihat tiga jasad warga negara kami," lanjutnya.

Menurutnya, tiga warga negara Korsel tersebut berusia di atas 40 tahun. Polisi Filipina juga mengonfirmasi adanya tiga orang yang tewas, namun bukan warga negara Filipina.

Kematian yang diduga ditembak oleh polisi ini menambah deretan angka korban tewas atas perang narkoba milik Duterte.

Hingga saat ini, lebih dari 3.000 orang tewas akibat ditembak polisi atau warga lain karena kedapatan mengedarkan atau menggunakan narkoba.

Sementara itu, Human Rights Watch meminta Duterte untuk memberikan keringanan pada warga asing yang bekerja di Filipina dan kedapatan memakai narkoba untuk didiskusikan dengan negara asalnya.

"Banyak pembunuhan di luar hukum yang melibatkan warga negara lain, tak hanya soal narkoba. Pemerintah Filipina harusnya membicarakannya dengan pemerintah negara asal," ujar HRW.

Kekhawatiran muncul sejak Duterte mendeklarasikan perang narkoba yang tak pandang bulu, yang berarti juga bisa menimpa warga negara lain.

"Warga Filipina yang tinggal di luar Filipina jauh lebih aman dari pada warga negara lain yang tinggal di Filipina," pungkasnya.


(WIL)