Workshop Laut China Selatan di Bandung Bahas 4 Proyek

Roni Kurniawan    •    Rabu, 16 Nov 2016 14:11 WIB
laut china selatan
<i>Workshop</i> Laut China Selatan di Bandung Bahas 4 Proyek
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemenlu RI Siswo Pramono (Foto: Roni Kurniawan/MTVN).

Metrotvnews.com, Bandung: Sebanyak 11 delegasi dari negara mengikuti Workshop Konflik Laut China Selatan (LCS) ke-26 di Kota Bandung pada Rabu hingga Kamis 16-17 November 2016. 
 
Workshop yang dilakukan secara informal tersebut pun akan menghasilkan beberapa proyek guna meredam potensi konflik di wilayah LCS.
 
"Workshop tidak ditunjukkan menyelesaikan sengketa melainkan berkontribusi untuk menciptakan situasi," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri, Siswo Pramono di Hotel Padma Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (16/11/2016).
 
Siswo mengatakan sehari sebelum melakukan workshop, beberapa delegasi yang hadir mengikuti pertemuan guna membahas proyek yang akan dituangkan ke dalam kegiatan ini. Dalam pertemuan tersebut tertuang beberapa proyek yang akan dikembangkan selama dua hari tersebut.
 
"Dalam workshop hari ini akan membahas database maritim, lingkungan, pelatihan SDM bidang maritim dan studi sumber daya alam di Laut China Selatan," tuturnya.
 
Diakuinya, workshop tersebut pun akan membahas kerangka acuan untuk pembentukan informasi konflik dan pembangunan secara bersama di Laut China Selatan.  Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan komitmen para partisipan dari beberapa perwakilan negara guna mensukseskan empat program tersebut.
 
"Proyek-proyek kerja sama ke depan dan itu yang akan kita tuntaskan pada hari ini kerjasama apa yang akan disepakati di Laut China Selatan. Kita akan menyiapkan data sharing untuk kelautan," pungkasnya.
 
Sementara itu delegasi dari Thailand nampak tidak mengikuti kegiatan tersebut. Terdapat 11 delegasi yang hadir yakni dari Brunei Darussalam, Republik Rakyat Tiongkok, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Vietnam, dan China Taipei. 



(FJR)