Pengacara Siti Aisyah Sesalkan Lolosnya 4 Tersangka asal Korut

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 07 Nov 2017 20:47 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Pengacara Siti Aisyah Sesalkan Lolosnya 4 Tersangka asal Korut
Siti Aisyah (Foto:AFP)

Metrotvnews.com, Shah Alam: Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, menyayangkan tindakan lambat polisi Malaysia dalam menangkap empat tersangka pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un.

Dari keterangan penyidik Wan Azizul Nizam, dia tidak memiliki informasi yang cukup untuk menangkap tersangka asal Korut itu lebih cepat.

"Mereka bilang mereka hanya mendapat nama keempat orang ini, Chang, Hanamori, Mr Y dan James, pada tanggal 17 dari Bukit Aman," kata Gooi Soon Seng, penasihat utama Siti Aisyah dalam video yang diterima Metrotvnews.com, Selasa, 7 November 2017.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan kepolisian Malaysia kala itu. Bahkan, interpol juga bisa membantu mereka dalam menemukan para tersangka tersebut.

"Jika Anda tahu penerbangan mana yang sedang mereka jalani dan dari rute mana, Interpol bisa saja diberi tahu. Red Alert bisa saja dikirim dan keempat orang tersebut dapat ditahan di tempat lain," serunya.

Ada empat tersangka baru asal Korea Utara yang ditenggarai sebagai dalang utama pembunuhan Kim Jong-nam. Empat orang itu adalah Ri Ji Hyon, Hong Song Hac, O Jong Gil, dan Ri Jae Nam.

"Namun, ada yang memakai nama samaran James. Tetapi, tidak jelas mana yang memakai nama samaran. Mereka juga saling bertukar nama," ucap dia lagi.

Keempat pria Korea Utara ini dicurigai merencanakan hubungan dengan Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam untuk membunuh saudara laki-laki pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut.

Petugas penyelidik Wan Azizul Nizam mengatakan sebelumnya dalam persidangan bahwa dia tidak memiliki informasi yang cukup untuk menangkap orang-orang lebih cepat. Namun, saat ditanya pembela, dia mengungkapkan bahwa telah melihat video para tersangka pada 14 Februari, sehari setelah Kim Jong Nam terbunuh.

Video yang dimaksud termasuk cuplikan dari saat mereka diperiksa dan masuk masuk ke pesawat oleh seorang karyawan Air Koryo.


(WAH)