Ayatollah Tuding Demonstrasi Iran Ulah Musuh

Faisal Abdalla    •    Rabu, 03 Jan 2018 03:07 WIB
iran
Ayatollah Tuding Demonstrasi Iran Ulah Musuh
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. AFP/Atta Kenare.

Teheran: Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei angkat bicara soal demonstrasi yang berlangsung sejak pekan lalu di Iran. Ia menuding pihak musuh sebagai penyebab terjadinya demonstrasi.

"Akhir-akhir ini, musuh-musuh Iran menggunakan berbagai cara, termasuk uang, senjata, politik, dan intelijen untuk menciptakan masalah bagi Republik Islam (Iran)," ujar Ayatollah dalam pernyataan di laman resminya seperti disitat dari BBC.com, Selasa 2 Januari 2017

Ayatollah akan berbicara kepada rakyat Iran terkait demonstrasi tersebut, "Ketika waktunya tepat."

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai 'musuh' yang dimaksud Ayatollah dalam pernyataannya adalah Israel, Amerika Serikat, dan Saudi Arabia. Di saat yang sama, presiden AS Donald Trump memberikan dukungan terhadap demonstrasi besar-besaran yang memprotes keadaan ekonomi Iran itu.

"Rakyat Iran akhirnya melawan rezim Iran yang brutal dan korup. Semua uang yang diberikan Obama dengan bodohnya dialirkan untuk terorisme dan ke 'kantong' mereka. Rakyat memeliki sedikit makanan, inflasi yang tinggi, dan tak ada hak asasi manusia. Amerika mengawasi!," kicau Trump di media sosial Twitter.

Demonstrasi terjadi sejak pekan lalu di Mashhad, kota kedua terbesar di Iran dan terus menyebar ke kota-kota lain. Para demonstran memprotes soal pengangguran, kenaikan harga, dan inflasi. Selain itu, para demonstran juga mengkritisi pemerintah yang dinilai menghabiskan terlalu banyak uang dalam konflik regional Timur-Tengah sementara rakyatnya sendiri kelaparan.

Hingga memasuki hari keenam, 21 orang dikabarkan tewas dalam demonstrasi yang awalnya memprotes soal lonjakan harga pangan kini berubah menjadi demonstrasi yang menentang rezim teokratis Iran.

 


(DRI)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA