Korsel Terkejut dengan Pesatnya Perkembangan Rudal Korut

Fajar Nugraha    •    Selasa, 16 May 2017 16:35 WIB
korea utara
Korsel Terkejut dengan Pesatnya Perkembangan Rudal Korut
Kim Jong-Un melakukan inspeksi sebelum peluncuran rudal Korut pada 14 Mei 2017 (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Seoul: Korea Selatan (Korsel) tidak menyangka dengan perkembangan program rudal dari tetangganya, Korea Utara (Korut). Pihak Korsel melihat perkembangannya sangat cepat dari yang diperkirakan.
 
Menteri Pertahanan Korea Selatan, Han Min-koo, memastikan bahwa Korut sukses menjalankan uji coba rudal kendali pada Minggu 14 Mei lalu.
 
"Rudal kendali itu punya daya jangkau menengah dengan teknologi yang lebih canggih dibanding rudal Musudan yang kerap gagal diuji," kata Han, seperti dikutip Reuters, Selasa, 16 Mei 2017.
 
Rudal Musudan diketahui memiliki daya jelajah sejauh 3.000 sampai 4.000 kilometer (km). Ketika ditanya apakah program rudal Korut tengah mengalami kemajuan cepat, Han hanya bisa menjawab: 'Ya.' 
 
Negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un itu, hingga saat ini seperti tidak pernah lelah melakukan uji coba terhadap rudal jarak jauh mereka. Bahkan diperkirakan rudal itu mampu mencapai daratan Amerika Serikat (AS).
 
Dunia internasional, hingga sekutu dekat mereka, China, berulangkali meminta Negara Komunis tersebut untuk menghentikan program senjata nuklirnya. AS pun menegaskan bahwa dunia sudah tidak sabar dengan tingkah Korut.
 
Sementara Kantor Berita Korut, KCNA, menegaskan bahwa peluncuran ini bertujuan untuk menguji rudal yang bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Hulu ledaknya pun diperkirakan bisa berukuran besar. KCNA mengklaim, rudal itu terbang sejauh 787 km dan sempat mencapai ketinggian 2.111,5 km.
 
Korut melawan
 
Korut tetap bersikeras melakukan uji coba rudal dan nuklir mereka. Pemerintahan Kim Jong-Un berulangkali mengancam akan menghancurkan AS, karena dianggap memprovokasi kawasan Semenanjung Korea dengan menggelar latihan militer bersama Korea Selatan dan Jepang.
 
 
Sikap Korut pun mendapatkan teguran dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Mereka menekankan pentingnya Korea utara untuk menunjukkan komitmen penuh
terhadap upaya denuklirisasi melalui tindakan nyata dan berupaya untuk meredakan ketegangan. 
 
"Demi tujuan tersebut, Dewan Keamanan meminta Korut untuk tidak melakukan kembali uji coba nuklir dan rudal," desak DK PBB.
 
DK PBB juga mengecam peluncuran rudal kendali oleh Pyongyang pada 28 April lalu. AS pun kini berunding dengan China untuk menerapkan sanksi baru terhadap Korut.
 
Namun di saat banyak yang mengecam Korut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya menentang semua negara yang ingin mengembangkan senjata nuklir. Namun dia menekankan bahwa dunia seharusnya berunding dengan Korut, bukan mengancam.



(FJR)