Indonesia Berencana Kirim 30 Ribu TKI Profesional ke Timur Tengah

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 30 May 2018 15:45 WIB
tki
Indonesia Berencana Kirim 30 Ribu TKI Profesional ke Timur Tengah
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid (Foto: Antara)

Jakarta: Indonesia merencanakan untuk kembali mengirimkan 30 ribu tenaga kerja (TKI) ke Timur Tengah. Ada dua negara yang menjadi tujuan utama, yaitu Arab Saudi dan Qatar.
 
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan rencana tersebut masih dalam pembahasan lebih lanjut.
 
"Jumlah sebanyak itu untuk setahun, bukan sebulan. Kita akan menggunakan (sistem) satu pintu," ucap Nusron, kepada Medcom.id, Rabu 30 Mei 2018.
 
Dia mengatakan regulasinya nanti mirip pola outsourcing. Sementara para TKI yang akan dikirim statusnya bukan asisten rumah tangga (ART), melainkan untuk industri perhotelan.
 
Nusron menambahkan, program tersebut salah satu cara untuk menghentikan moratorium. "Memang masih penggodokan, ini bagian dari program exit strategy moratorium," imbuhnya.
 
Menurut dia, pekerja migran Indonesia statusnya akan naik dengan regulasi ini. Selain itu, kemampuan para TKI juga akan bertambah.
 
"Nanti ujungnya, gajinya juga harus naik," tukas Nusron.
 
Indonesia telah memoratorium pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Moratorium dilakukan karena banyaknya TKI yang terjerat masalah hukum, baik itu karena masalah imigrasi atau kejahatan.


(FJR)