Dunia Tak Pantas Diam Sikapi Pembunuhan Razan al-Najjar

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 Jun 2018 18:07 WIB
palestinapalestina israel
Dunia Tak Pantas Diam Sikapi Pembunuhan Razan al-Najjar
Razan al-Najjar tewas diterjang peluru pasukan Israel pada 1 Juni 2018 (Foto: Palestine al-Yawm News).

Gaza: Ketika jasad Razan al-Najjar dimakamkan pada Sabtu 2 Juni 2018, ribuan orang mengantarnya ke makam. Tetapi ada satu hal yang menggelitik nurani, dunia terdiam ketika petugas medis Palestina itu tewas diterjang peluru prajurit Israel.

Baca juga: Relawan Medis Wanita Ditembak Mati Israel di Perbatasan Gaza.

"Komunitas internasional tidak boleh diam melihat insiden ini. Dunia harus bertindak lebih guna melindungi warga sipil yang melakukan protes di perbatasan dengan Israel," ujar seorang petugas medis senior di Gaza, seperti dikutip Sky News, Selasa 5 Juni 2018.
 
Meskipun Israel saat ini menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut, tetap jaminan keamanan terhadap petugas medis di wilayah menjadi sebuah keutamaan.
 
Surat kabar Inggris, Morning Star pada 4 Juni juga mempertanyakan sikap diam pemerintahnya melihat tewasnya Razan al-Najjar akibat penembakan.
 
"Di mana gelombang kemarahan media massa Inggris yang mengecam pasukan Israel dalam aksi kejahatan perang," jelas surat kabar itu.
 
Satu hal yang harus menjadi perhatian, Israel sudah melanggar Konvensi Jenewa yang melarang serangan terhadap pekerja medis.

Baca juga: PBB Kecam Penembakan Israel terhadap Razan al-Najjar.

Razan al-Najjar sudah tidak diragukan lagi profesinya sebagai petugas medis. Dirinya bertugas di wilayah konflik dan memberikan bantuan kepada mereka yang terluka akibat serangan pasukan Israel.
 
Perempuan berusia 21 tahun itu ditembak oleh pasukan Israel pada Jumat 1 Juni ketika tengah merawat warga Palestina yang terluka akibat tembakan gas air mata.
 
Pemerintahan PM Benjamin Netanyahu saat ini mengumumkan akan melakukan penyelidikan atas kematian Razan.
 
Razan, adalah anak tertua dari enam bersaudara. Dia menjadi petugas medis setelah kuliah keperawatan dan berbagai pelatihan bantuan medis. Dirinya sempat menjadi relawan di rumah sakit dan bersama LSM serta organisasi medis untuk meningkatkan kemampuan serta pengalaman.


(FJR)