Taliban Bertekad Serang Aparat saat Pemilu Afghanistan

Willy Haryono    •    Senin, 08 Oct 2018 15:41 WIB
talibanafghanistan
Taliban Bertekad Serang Aparat saat Pemilu Afghanistan
Personel keamanan berada di lokasi sebuah serangan militan di Jalalabad, Afghanistan, 28 Juli 2018. (Foto: AFP/STR)

Kabul: Kelompok militan Taliban bertekad menyerang pasukan keamanan pemerintah Afghanistan menjelang pemilihan umum parlemen Afghanistan. Pemilu legislatif Afghanistan dijadwalkan digelar pada 20 Oktober mendatang.

Menyebut pemilu sebagai "konspirasi jahat Amerika," juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menegaskan para militannya tidak akan ragu mengganggu proses jalannya pemungutan suara.

Baca: Taliban Bunuh 37 Prajurit dan Pejuang Pro Afghanistan

"Orang-orang yang berusaha menjaga agar pemilu ini berjalan aman akan kami jadikan target," tutur Mujahid, dalam sebuah pernyataan dalam Bahasa Inggris, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin 8 Oktober 2018.

Taliban -- grup militan terbesar yang dikalahkan Amerika Serikat dalam invasi 2001 -- biasa melontarkan pernyataan keras dan hiperbola mengenai pemerintah Afghanistan dan sejumlah negara pendukung.

Namun deklarasi terbaru ini dilakukan hanya beberapa hari menjelang pemilu Afghanistan. Pemilu ini dipandang sebagai salah satu indikator sukses atau tidaknya pilpres Afghanistan tahun depan.

Pernyataan juga disampaikan Taliban saat Utusan Perdamaian AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad bertemu sejumlah pemimpin Afghanistan. Mereka bertemu untuk mendiskusikan cara mengakhiri konflik berkepanjangan yang sudah berlangsung sekitar 17 tahun di Afghanistan.

Afghanistan dan sejumlah negara berusaha membujuk Taliban agar mau berdiskusi damai. Taliban pernah mengatakan hanya mau bernegosiasi dengan AS. Namun Negeri Paman Sam menegaskan pemerintah Afghanistan harus dilibatkan dalam negosiasi semacam itu.


(WIL)