Polisi Tokyo Bunuh Diri usai Insiden Penabrakan

Willy Haryono    •    Senin, 07 Jan 2019 12:56 WIB
bunuh dirijepang
Polisi Tokyo Bunuh Diri usai Insiden Penabrakan
Garis polisi dipasang di lokasi penabrakan mobil di distrik Harajuku, Tokyo, 1 Januari 2019. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Tokyo: Kepolisian Tokyo menyelidiki kasus bunuh diri seorang aparat yang bertanggung jawab atas lalu lintas di dekat lokasi insiden penabrakan sebuah mobil di malam pergantian tahun pada 31 Desember 2018. Penabrakan tersebut melukai sembilan orang.

Insiden terjadi di distrik ternama Harajuku. Pelaku bernama Kazuhiro Kusakabe menabrakkan mobilnya ke kerumunan dan melukai sembilan orang. Salah satu korban mengalami luka serius.

Satu hari usai insiden, polisi berusia 36 tahun dari unit lalu lintas Kepolisian Tokyo ditemukan tewas di kantor polisi Harajuku. 

"Aparat tersebut mengalami luka di kepala. Tangan kanannya memegang senjata api, dan satu peluru ditembakkan dari pistol tersebut," ucap juru bicara Kepolisian Tokyo kepada kantor berita AFP, Senin 7 Januari 2019.

Baca: Pemuda Jepang Hantam Warga dengan Mobil, Delapan Terluka

"Kami sedang menginvestigasi mengapa hal ini bisa terjadi," lanjut dia tanpa memaparkan detail lebih lanjut.

Media NHK melaporkan, dengan mengutip beberapa sumber polisi, bahwa aparat tersebut memang ditugaskan mengatur lalu lintas di dekat distrik Harajuku tempat terjadinya insiden penabrakan.

NHK menambahkan bahwa polisi tersebut mendapat perlakuan buruk di kantor, dan juga dikabarkan meninggalkan sebuah surat bunuh diri. NHK tidak memaparkan detail isi surat.

Sementara itu, pelaku penabrakan yang dikabarkan mengemudikan mobilnya dari kota Osaka, telah ditangkap atas percobaan pembunuhan. Motif penabrakan belum diketahui.


(WIL)