Warga Mindanao Diminta Tetap Solid usai Pengeboman Gereja

Arpan Rahman    •    Senin, 28 Jan 2019 19:05 WIB
isisfilipinaterorisme di filipina
Warga Mindanao Diminta Tetap Solid usai Pengeboman Gereja
Razia lalu lintas di kota Kidapawan, Filipina selatan, Senin 28 Januari 2019, usai aksi pengeboman gereja di Jolo. (Foto: Kidpawan City Information Office)

General Santos: Serangan bom rakitan di sebuah gereja di pulau Jolo, provinsi Sulu, Filipina selatan, telah merenggut puluhan nyawa tentara dan warga sipil. Sedikitnya 20 korban meninggal dunia, sementara ratusan lainnya terluka.

Manajer stasiun radio Radyo Bandera News Fm Gensan, Alex Pondoc Josol, yang dihubungi Medcom.id, Senin 28 Januari 2019, menyebutkan bahwa ledakan ganda di Jolo tersebut dikutuk keras penasihat perdamaian Presiden, Carlito Galvez Jr. Disusul pernyataan turut belasungkawa terdalam kepada para korban dari tindakan menjijikkan tersebut.

"Kita telah menempuh perjalanan panjang dalam upaya mencapai perdamaian abadi di Mindanao. Sekarang bukan saatnya untuk bungkam dan diintimidasi tindakan egois serta pengecut seperti itu. Sebagai gantinya, mari kita tunjukkan bahwa kita dapat bekerja bersama dan aspirasi kolektif untuk Mindanao yang damai, bersatu, dan progresif," kata Galvez Jr.

Penasihat perdamaian Presiden Filipina untuk Mindanao itu juga meminta masyarakat tetap tenang dan menahan diri. Warga diminta tidak memperburuk situasi dengan banyak berspekulasi, terutama di media sosial. 

"Mari kita tunggu otoritas untuk menyelesaikan investigasi. Ketika pihak berwenang melakukan penyelidikan, kami mendesak semua orang untuk waspada dan bersatu dalam mencari keadilan bagi para korban. Marilah meyakini bahwa para pelaku akan segera diadili dan menghadapi konsekuensi penuh dari tindakan mereka," cetus dia.

Baca: Usai Serangan Jolo, Filipina Bertekad Habisi Teroris

Sementara itu di tempat terpisah, Wali Kota Kidapawan City Joseph Evangelista memerintahkan aparat untuk meningkatkan keamanan kota sesudah pengeboman mematikan di Jolo pada Minggu 27 Januari pagi. Melalui siaran pers pada Senin 28 Januari 2019, Evangelista meminta pihak berwenang untuk mencegah peristiwa serupa dan menanggulangi ancaman terorisme.

"Wali kota sudah berbicara dengan pasukan keamanan yang bertugas di kota Kidapawan untuk terus melihat titik masuk dan keluar dari kota," kata Josol kepada Medcom.id melalui aplikasi pesan elektronik.

Dikatakan, Evangelista juga menyerukan kerja sama dari semua pihak demi keselamatan warga. Instruksinya antara lain warga diharap dilapor ke pihak berwenang jika melihat ada individu atau kelompok mencurigakan.

Dia juga mendorong semua orang untuk mendoakan korban tewas dan luka dalam pengeboman di Jolo. "Warga juga disarankan tidak berpekulasi dan menyebarkan informasi palsu via media sosial," tutur Evangelista, seperti dikutip Josol.

Evangelista menegaskan pihak berwenang bekerja semaksimal mungkin untuk memastikan keamanan warga, terutama menjelang perayaan hari ulang tahun ke-21 kota Kidapawan pada 12 Februari mendatang. 

Kota Kidapawan terletak di Pulau Mindanao, dan berjarak 760 kilometer dari timur Jolo di Pulau Sulu.


(WIL)