Indonesia Terpilih sebagai Anggota Dewan Eksekutif UNESCO

Sonya Michaella    •    Kamis, 09 Nov 2017 10:35 WIB
unescoindonesia-pbb
Indonesia Terpilih sebagai Anggota Dewan Eksekutif UNESCO
?Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2017-2021. (Foto: UNESCO).

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2017-2021, dalam pemilihan yang dilaksanakan di sela Sidang Umum ke-39 negara anggota Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Paris, Prancis, kemarin.
 
Selain Indonesia, lima negara lain dari Asia Pasifik juga terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif yaitu Bangladesh, Filipina, India, Jepang, dan Tiongkok.
 
Dalam pemilihan itu, Indonesia meraih suara dukungan terbanyak ketiga, setelah Jepang dan India. Delegasi RI dalam Sidang Umum ke-39 dipimpin oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy. 
 
Seperti keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI kepada Metrotvnews.com, Kamis 9 November 2017, terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kemajuan nasional di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Menjadi anggota Dewan Ekskutig juga adalah perwujudan diplomasi Indonesia yang mengedepankan manfaat bagi bangsa. 
 
Dengan menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO, Indonesia memiliki kewenangan untuk memantau program kerja UNESCO dan mengupayakan agar lebih banyak manfaat yang dapat diraih Indonesia.
 
Sebagai contoh, Indonesia memiliki cagar alam dan cagar budaya yang masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO, seperti Candi Borobudur dan Taman Nasional Ujung Kulon.
 
UNESCO dapat didorong untuk lebih mengedepankan penguatan kapasitas SDM, yang tentunya dibutuhkan Indonesia dalam merawat kekayaan alam dan budaya nasional. 
 
Di bidang pendidikan, Presiden Joko Widodo adalah salah satu penggagas dibentuknya Komisi Pendidikan dunia. Indonesia akan dapat mengupayakan penajaman kegiatan UNESCO di bidang pendidikan, seperti penguatan kapasitas dan pertukaran praktik yang baik, sehingga mendukung prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa.
 
Indonesia juga aktif memantau potensi terjadinya tsunami di Samudera Hindia melalui kerja sama di bawah Komisi Oseanografi UNESCO, yang diharapkan akan semakin dinamis melalui keanggotaan Indonesia di Dewan Eksekutif sehingga dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah bencana. 
 
UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organizations) adalah badan khusus PBB yang menangani isu-isu pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Dewan Eksekutif (DE) sendiri bertugas mengawasi pelaksanaan tanggung jawab UNESCO, dan memastikan terlaksananya keputusan-keputusan Sidang Umum negara anggota UNESCO.



(FJR)