Dubes Qatar Resmikan Pusat Pelatihan bagi TKI Bermasalah

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 29 Dec 2017 10:17 WIB
tki bermasalahindonesia-qatar
Dubes Qatar Resmikan Pusat Pelatihan bagi TKI Bermasalah
Duta Besar Indonesia untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi (tengah kanan). (FOTO: dokumentasi KBRI di Doha)

Doha: Duta Besar Indonesia untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi meresmikan Training Centre Migran Qatar Indonesia (MIQASIA) pada 28 Desember 2017 kemarin. Pusat pelatihan ini ditujukan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah yang berada di shelter KBRI Doha.

Dubes Basri mengatakan MIQASIA ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada penghuni shelter. Mereka diharapkan memiliki tambahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau kompetensi yang lebih baik.

Dubes Basri mengutarakan bahwa pelatihan ini juga untuk mengisi waktu bagi para migran, sambil menunggu dipulangkan. Pelatihan tersebut juga sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap migran di luar negeri.

Dia mengharapkan para migran itu merasakan keberadaan pemerintah dan sekaligus agar tenaga kerja migran ini memiliki bekal di Tanah Air dan tidak kembali ke Qatar sebagai pekerja domestik.


TKI di Qatar. (FOTO: dokumentasi KBRI di Doha)

Jumlah pekerja migran Indonesia di Qatar mencapai sekitar 40 ribu jiwa. Rinciannya, 10 ribu tenaga kerja terampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal.

"Sekitar 0,4 persen dari total jumlah PMI yang mengalami masalah di Qatar," ujarnya.

Meski telah diberlakukan kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia informal ke kawasan Timur Tengah, khususnya Qatar sejak Mei 2015, namun pada kenyataannya masih banyak PMI Informal masih berdatangan ke Qatar.

Pelatihan ini merupakan inisiatif dari Ketua DWP KBRI Doha Andi Una. Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari wujud empatinya terhadap penderitaan yang dialami para tenaga kerja Indonesia.

Para pekerja migran tersebut nantinya akan belajar keterampilan dari para pelatih profesiaonal termasuk di antaranya ibu-ibu DWP yang beberapa memiliki keahlian.


(AHL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

20 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA