Ketegangan Menurun, AS-Korsel Tetap Menentang Korut

Willy Haryono    •    Minggu, 11 Feb 2018 11:11 WIB
korea utarakorea selatanpemerintahan as
Ketegangan Menurun, AS-Korsel Tetap Menentang Korut
Wapres AS Mike Pence (kiri) berbicara dengan Presiden Korsel Moon Jae-in dalam Olimpiade Musim Dingin di Gangneung, Pyeongchang, 10 Februari 2018. (Foto: AFP/ARIS MESSINIS)

Seoul: Amerika Serikat dan Korea Selatan tetap bersatu menentang program nuklir Korea Utara meski Seoul dan Pyongyang menggelar pertemuan di sela Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden AS Mike Pence, Sabtu 10 Februari 2018. 

Sejumlah analis menilai Korut mengikuti Olimpiade Pyeongchang untuk merenggangkan jeratan sanksi internasional dan menggoyang kemitraan antara Korsel dengan AS. 

Pence, berbicara kepada awak media di pesawat Air Force Two usai menghadiri upacara pembukaan Olimpiade, mengatakan bahwa dia dan Presiden Korsel Moon Jae-in "terus berdiri tegak bersama-sama" dan mengkoordinasikan upaya menentang Korut. 

"AS, Republik Korea dan Jepang akan terus mengisolasi Korut secara ekonomi dan diplomatik hingga mereka mengakhiri program nuklir serta misil balistik," ujar Pence dalam perjalanan pulang ke Negeri Paman Sam, seperti dikutip AFP.

Washington menyebut kebijakan ini sebagai "tekanan maksimal" terhadap Korut.

Kekhawatiran global meningkat cepat tahun lalu usai Korut menguji coba misil balistik antarbenua Hwasong-15 yang diklaimnya mampu mencapai daratan utama AS. 

Sepanjang tahun lalu, Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un terlibat dalam perang retorika. 

Saat ketegangan terjadi antara Korut dengan AS, Olimpiade di Pyeongchang memicu rekonsiliasi antar kedua Korea, yang hingga kini secara teknis masih berada dalam status perang.

Baca: Kim Jong-un Undang Presiden Korsel Berkunjung ke Korut

 


(WIL)