Gedung Sekretariat ASEAN Baru Diharapkan Bisa Jadi Sarana Edukasi

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 05 Jan 2018 15:13 WIB
asean
Gedung Sekretariat ASEAN Baru Diharapkan Bisa Jadi Sarana Edukasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung baru ASEAN (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap gedung Sekretariat ASEAN yang baru bisa menjadi sarana edukasi untuk masyarakat ASEAN, khususnya Jakarta. 
 
"Kalau gedung ini tuntas, kita harap warga Jakarta, terutama para guru sekolah bisa manfaatkan untuk siswanya datang dan merasakan kita adalah ibu kota Asia Tenggara," ujarnya saat ditemui usai acara peletakan batu pertama gedung Sekretariat ASEAN oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Jumat 5 Januari 2018.
 
Anies menuturkan bahwa gedung ini dibangun di atas lahan yang semula merupakan kantor wali kota Jakarta Selatan. Gedung tersebut dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia dan diserahkan sebagai lahan untuk bangunan baru Sekretariat ASEAN.

(Baca: ASEAN Diharapkan Semakin Menonjol di Dunia Internasional).
 
Dia menuturkan Jakarta adalah ibu kota ASEAN dan gedung ini bukan hanya untuk warga Indonesia, namun seluruh masyarakat ASEAN.
 
"Jakarta adalah ibu kota ASEAN, Sekretariat ASEAN lokasinya di Jakarta dan ini salah satu aspek dari kota Jakarta yang harus kembali ditonjolkan bahwa Jakarta bukan hanya tempat di mana warga Indonesia merasa ini adalah rumah bagi semua, tapi juga untuk ASEAN," imbuhnya.
 
Anies mengatakan, di gedung Sekretariat ASEAN itu nantinya akan menjadi tempat berbagai macam kegiatan diplomatik. Selain itu, gedung ini bisa untuk memperluas wawasan.
 
"Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki perwakilan diplomatik sebanyak Jakarta. Karena itu saya mengajak kepada semuanya memanfaaatkan kehadiran komunitas diplomatik di Jakarta untuk memperluas pemanfaatan jaringan, terutama bagi anak kita," lanjutnya.
 
Gedung Sekretariat ASEAN yang baru ini nanti akan berdiri di atas tanah seluas 11.369 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 44.295 meter persegi. Gedung ini terdiri dari dua bangunan yang masing-masing terdiri dari dua lobi dan 16 lantai.
 
Akan ada sejumlah ruang pertemuan, satu aula utama dengan kapasitas 650 orang. Ada 16 ruang konferensi dan serbaguna, masing-masing dengan kapasitas 50 kursi. Selain itu, masing-masing negara juga akan memiliki delegate room atau ruangan untuk delegasi.

(FJR)