Indonesia Sambut Baik Dialog Korsel-Korut Hari Ini

Sonya Michaella    •    Selasa, 09 Jan 2018 15:19 WIB
korea utarakorea selatan
Indonesia Sambut Baik Dialog Korsel-Korut Hari Ini
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir di Kemenlu RI, Jakarta, Selasa 9 Januari 2018. (Foto: Sonya Michaella)

Jakarta: Untuk pertama kalinya selama dua tahun terakhir, Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) mengadakan dialog yang bertempat di Desa Panmunjom, Zona Demiliterisasi, yang memisahkan kedua negara.

Dialog ini tentu disambut baik oleh Indonesia, negara yang selama ini menyerukan perdamaian di kawasan dan juga mencoba meredam konflik antara Korsel dan Korut.

"Tentu kita menyambut baik upaya menyelesaikan berbagai permasalahan melalui dialog antara Korsel dan Korut ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, ketika ditemui di Kemenlu RI, Jakarta, Selasa 9 Januari 2018.

Indonesia, lanjut dia, sangat berharap agar Korsel dan Korut dapat duduk bersama untuk membahas isu-isu yang menjadi kepentingan dua negara agar bisa terus berjalan berdampingan secara damai.

Adapun komunikasi dari kedua negara tetangga ini muncul setelah pemimpun Korut Kim Jong-Un berpidato dan menyebutkan bahwa negaranya kemungkinan akan mengirimkan delegasi pada Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel Februari mendatang.

Baca: Korsel-Korut Mulai Pembicaraan Resmi Pertama dalam 2 Tahun

 Korsel pun langsung merespons dengan menawarkan dialog antara pejabat tinggi kedua negara. Minggu lalu, saluran hotline antara mereka pun kembali diaktifkan setelah tak berfungsi selama dua tahun.

Delegasi berjumlah lima orang dari Korsel berangkat ke Panmumjom dalam sebuah konvoi. Mereka melintasi sekelompok warga yang di wilayah DMZ yang berharap akan ada perdamaian.

 Menteri Unifikasi Cho Myung-Gyun yang memimpin delegasi mengatakan, kedua negara akan fokus pada partisipasi Korut di Pyeongchang. Tetapi agenda ini juga akan membahas pula hubungan yang sudah membeku.

Selain itu, dikabarkan pula akan ada dialog untuk kembali mengadakan reuni keluarga yang terpisah akibat Perang Korea pada 1950-1953. Ada sebagian warga Korsel yang keluarganya hingga kini tinggal di Korut karena terpisah di masa lalu.




(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA