Jokowi Ingin Benahi Dalam Negeri sebelum Unjuk Gigi di Luar

Sonya Michaella    •    Sabtu, 21 Oct 2017 16:31 WIB
aseandiplomasi luar negeri
Jokowi Ingin Benahi Dalam Negeri sebelum Unjuk Gigi di Luar
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Managing Director IMF Christine Lagarde di Hamburg, Jerman, 8 Juli 2017. (Foto: AFP/JOHN MACDOUGALL)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga tahun pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menuai pro dan kontra. Salah satunya soal politik luar negeri Indonesia.

Wakil Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Commision of Human Rights atau AICHR, Dinna Wisnu merasa bahwa Jokowi belum melakukan banyak hal yang menyangkut politik luar negeri.

“Menurut saya, belum banyak yang dilakukan Pak Jokowi. Namun, semua permasalahan ditangani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Semua berpusat dari Kementerian Luar Negeri,” kata Dinna dalam paparannya di Conference on Indonesia Foreign Policy, di Hall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu 21 Oktober 2017.

“Ada hal-hal khusus soal diplomasi yang bisa dilakukan hanya oleh presiden. Kalau yang lain bisa dilakukan menteri,” lanjut dia.

Menurut penjelasan Dinna, soal intelijen, menyelesaikan masalah pelik dan mengendus arah kebijakan negara lain itu hanya bisa dipakukan oleh presiden, tanpa mengeluarkan uang.

“Mendekatkan diri dengan negara lain sebenarnya bukan untuk tahu apa yang dikerjakan mereka tapi melihat arah kebijakan yang akan mereka terapkan apa ke depannya,” sebut Dinna.

Dinna menilai, Jokowi menerapkan sistem “membenahi diri sendiri terlebih dahulu” yang berarti Jokowi ingin Indonesia bagus di dalam negeri, baru ‘unjuk gigi’ di luar negeri.

“Kata kunci Jokowi itu improving self. Kurangi pengeluaran yang outcome-nya belum jelas,” ungkap Dinna.

Ia berpendapat, Jokowi hanya menghadiri acara internasional yang berhubungan dengan ekonomi, seperti APEC dan G20, dan yang tidak menghabiskan banyak uang. Untuk kehadirannya di OKI dan IORA, karena dua KTT tersebut diselenggarakan di Jakarta.


(WIL)