Pilpres Timor Leste

Francisco Guterres Memimpin Sementara Perolehan Suara

Arpan Rahman    •    Selasa, 21 Mar 2017 11:10 WIB
pemilu timor leste
Francisco Guterres Memimpin Sementara Perolehan Suara
Francisco Guterres terdepan dalam raihan sementara suara Pilpres Timor Leste (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Dili: Mantan pejuang gerilya kemerdekaan memimpin penghitungan suara sementara pemilihan presiden Timor Leste, dalam ajang demokrasi perdana tanpa bantuan PBB.
 
Didukung oleh Fretilin, partai yang menggalang perjuangan revolusioner untuk kemerdekaan negara itu, Francisco "Lu-Olo" Guterres terdepan dengan 59,24 persen suara.
 
Tapi baru 34,34 persen dari suara yang telah dihitung, Selasa 21 Maret pagi, mencerminkan masalah ruwet logistik di negeri yang sebagian besar berupa pegunungan dengan jaringan jalan yang buruk.
 
 
Pada pemilu sebelumnya, helikopter PBB yang dipakai untuk mengangkut kotak suara dari TPS paling terpencil, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Selasa 21 Maret 2017.
 
Meskipun pemungutan suara itu tidak diwajibkan, ratusan ribu rakyat Timor menunggu dengan sabar dalam antrean panjang di bawah terik mentari buat memilih presiden baru untuk jangka lima tahun menjelang pemilihan umum pada Juli mendatang.
 
Pemilu ini akan menjadi kunci ke masa depan negara demokrasi terbaru di Asia. Di tengah kekhawatiran akan pendapatan minyak dan gas dengan cepat terkuras dari bangsa yang mendiami setengah-pulau ini.
 
Menempati urutan kedua dalam perolehan awal yang telah dihitung itu, politisi Antonio da Conceicao dari Partai Demokrat, dengan 30,06 persen. Kandidat yang saat ini menjabat Menteri Pendidikan, 53 tahun, mengatakan, dirinya mewakili generasi muda Timor yang menuntut perubahan kepemimpinan pemerintah di mana kemiskinan tetap endemik dan muncul keprihatinan soal korupsi.
 
Da Conceicao menggeber kampanye anti-korupsi yang kuat, yang tampaknya mencapai resonansi dengan banyak pemilih.
 
Ia juga berkampanye untuk membangun bangsa "dari akar rumput" dengan memastikan mayoritas rakyat yang tinggal di daerah pedesaan memiliki cukup makanan, akses ke pasar, sekolah, klinik, air bersih, dan sanitasi.
 
Guterres, 62, perlu mendulang lebih dari 50 persen suara demi menghindari pemilu putaran kedua pada April.
 
Dia didukung oleh tokoh di balik layar, penengah dan pahlawan kemerdekaan negara itu, Xanana Gusmao, mantan presiden dan perdana menteri yang menciptakan pemerintah persatuan nasional dua tahun lalu.
 
Presiden sebagian besar diposting buat acara seremonial, tetapi petahana Jose Maria de Vasconcelos, yang berjulukan "Taur Matan Ruak" telah berbicara tentang korupsi dan bersikeras merevisi anggaran pemerintah.
 
Vasconcelos diperkirakan mengikuti pemilihan Juli untuk wadah yang baru dibentuk, Partai Pembebasan Rakyat (PLP), yang bertujuan untuk mengambil posisi lebih kuat sebagai perdana menteri, yang ditunjuk oleh 65 anggota parlemen terpilih. Timor Timur memiliki 744.613 pemilih terdaftar dalam populasi 1.261.000 jiwa.



(FJR)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

20 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA