Tokoh di Balik Pertemuan Trump-Kim di Singapura

Whisnu Mardiansyah    •    Minggu, 10 Jun 2018 04:51 WIB
Amerika Serikat-Korea Utara
Tokoh di Balik Pertemuan Trump-Kim di Singapura
Seorang prajurit berjalan melewati televisi yang memperlihatkan foto Trump dan Kim. (Foto: AFP/KNS))

Jakarta: Dua tokoh berlawanan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan bertemu di Singapura. Trump dikenal sebagai sosok miliarder yang kerap melontarkan pernyataan kontroversi di twitter. Sementara, Kim Jong Un sosok Lenin muda yang tidak pernah keluar dari negaranya yang terisolasi dari dunia luar.

Dua pria ini jelas mewakili dua negara yang sangat kontras secara ekonomi. Amerika Serikat ditopang kekuatan ekonomi dan militer yang mumpuni. Korea Utara negara miskin yang mengalihkan sumber daya negaranya untuk pengembangan senjata nuklir.

Pendekatan diplomatik keduanya pun berbeda. Trump dikenal karena kebijakannya yang sering berubah tiba-tiba. Kim kerap memantik ketegangan yang membuat negara lain saling berhadapan. 

Mempertemukan keduanya di Singapura merupakan tantangan besar. Bloomberg mengulas sosok-sosok di balik kesepakatan pertemuan Trump dan Kim, juga delegasi yang bakal diajak dalam pertemuan itu. Berikut ulasannya:

Delegasi Amerika Serikat
1. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo
Mantan direktur CIA. Ia berperan krusial mengatur pertemuan Trump-Kim. Ia tercatat dua kali bertandang ke Pyongyang. Salah satu momen terbesar seorang pejabat AS mengunjungi Korea Utara dalam dua dekade terakhir.

2. Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton
Salah satu sosok yang berperan menggulingkan dan membunuh diktator Libya Muammar Khadafi setelah dia menyerah dan menyerahkan senjata pemusnah massal. 

3. Kepala Pusat Misi Korea Andrew Kim
Bertahun-tahun bekerja di Korea Utara untuk CIA. Ia juga fasih berbahasa Korea dan dipercaya oleh pejabat kedua negara untuk menjembatani hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat.

4. Deputi Kepala Staf Joe Hagin
Seorang veteran perang yang dipercaya Trump menjaga ketertiban di Geung Putih. Ia memimpin tim delegasi AS untuk mengatur logistik saat pertemuan Trump-Kim. 

5. Direktur Korea Dewan Keamanan Nasional Allison Hooker
Seorang pakar tentang Korea. Sebelumnya, ia bertugas di Departemen Luar Negeri sebagai analis Asia Timur dan Pasifik. Baru-baru ini menemani Ivanka Trump saat makan malam bersama Presiden Korea Selatan Moo Jae In.

6. Perwakilan Khusus untuk Kebijakan Korea Utara Mark Lambert
Ia bekerja di Departemen Luar Negeri. Cukup berpengalaman berkomunikasi dengan Korea Utara melalui PBB.

Delegasi Korea Utara
1. Wakil Ketua Partai Buruh Korea Kim Yong Chol
Mengawali karirnya sebagai pengawal keluarga Kim. Karirnya menanjak cepat saat ia dipercaya sebagai kepala intelijen sejak 2009 hingga 2016. Hal itu diketahui dari Michael Madden Direktur Pemantau Pimpinan Korea Utara.

2. Anggota alternatif Politburo Kim Yo Jong
Ia dipercaya Kim Jong Un dalam beberapa tugas diplomasi khusus. Mewakili delegasi Korea Utara saat Olimpiade musim dingin di Korea Utara.

3. Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho
Utusan utama Kim Jong Un sejak 2016. Ri menjadi sorotan pemberitaan di bulan September 2017 saat menyarankan Korea Utara meledakan bom hidrogen di Samudera Atlantik. Pernah menyebut Presiden Trump iblis saat pidato di PBB.

4. Kepala Staf Kim Chang Son
Ia berperan sebagai pengawas rencana perjalanan, protokol, dan dokumen Kim Jong Un. Bulan lalu, ia berkunjung ke Singapura untuk membahas pertemuan Trump-Kim.

5. Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Kim Kye Gwan
Mantan veteran perang dan negosiator. Bulan lalu ia mengeluarkan pernyataan mengancam akan menarik diri dari pertemuan Trump-Kim setelah permintaan sepihak Amerika untuk denuklirasasi.

6. Wakil  Menteri Luar Negeri Choe Son Hui
Negosiator utama rezim Kim Jong Un. Pernyataannya mengejek Wakil Presiden AS Mike Pence sebagai boneka politik Trump. Pernyataanya itu yang membuat Trump sempat menarik diri dari pertemuan.


(AGA)


Jamal Khashoggi: Dunia Arab Butuh Kebebasan Berekspresi
Jurnalis Arab Saudi Menghilang

Jamal Khashoggi: Dunia Arab Butuh Kebebasan Berekspresi

34 minutes Ago

Jamal Khashoggi menginginkan warga biasa di dunia Arab mengetahui beragam peristiwa global tanpa…

BERITA LAINNYA