Perang Korea Tak Bisa Resmi Diakhiri Tanpa AS

Willy Haryono    •    Rabu, 18 Apr 2018 17:31 WIB
perang koreakorea utarakorea selatan
Perang Korea Tak Bisa Resmi Diakhiri Tanpa AS
Prajurit Korsel bersiaga di Zona Demiliterisasi yang membagi dua Korea. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)

Seoul: Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan restu agar Korea Utara dan Korea Selatan dapat membahas isu Perang Korea era 1950-1953 dalam pertemuan inter-Korea mendatang. 

Namun, sejumlah pihak menilai tidak akan ada pembicaraan berarti menuju berakhirnya Perang Korea tanpa keterlibatan negara-negara yang terlibat di masa lalu, terutama AS.

Alasannya, Korsel bukan pihak penandatangan langsung gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea. Secara teknis, Perang Korea masih berlangsung hingga saat ini.

Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un dijadwalkan bertemu dalam pertemuan inter-Korea pada 27 April mendatang. 

Pertemuan itu akan menjadi kali ketiga antara para petinggi kedua negara. Pertemuan terpisah antara Kim dengan Trump diwacanakan berlangsung pada akhir Mei atau awal Juni.

Selasa kemarin, Trump mengungkapkan bahwa AS dan Korut sudah mengadakan pembicaraan langsung di "tingkat yang sangat tinggi" dalam persiapan pertemuan dengan Kim. Trump juga mengatakan Korut dan Korsel sedang bernegosiasi untuk mengakhiri permusuhan sebelum pertemuan inter-Korea. 

"Mereka sudah mendapat restu dari saya untuk membahas akhir dari Perang (Korea)," kata Trump, seperti dikutip Associated Press, Rabu 18 April 2018.

Baca: Korsel dan Korut Rampungkan Persiapan Pertemuan Pemimpin Negara

Seorang pejabat senior Korsel mengatakan bahwa kedua Korea berencana memanfaatkan pertemuan untuk membahas akhir dari permusuhan mereka. Namun tidak dijelaskan secara pasti apakah itu akhirnya secara resmi menyudahi perang.

Korut sudah lama meminta perjanjian damai dengan AS supaya dapat secara resmi mengakhiri Perang Korea. 

Gencatan senjata Perang Korea ditandatangani Komando PBB yang dipimpin AS, Korut, dan Tiongkok. Korsel adalah anggota Komando PBB, tetapi bukan penandatangan langsung.

Dalam KTT sebelumnya pada 2007, kedua Korea mengumumkan komitmen mengakhiri perang, dan bersumpah untuk melanjutkan diskusi dengan pihak lain. Namun upaya itu gagal, dan hubungan antara keduanya memburuk setelah pemerintah konservatif berkuasa di Seoul pada Februari 2008.



(WIL)