AS-Korsel Sepakat Percepatan Penyebaran Awal Sistem Pertahanan Rudal

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Apr 2017 14:28 WIB
as-korsel
AS-Korsel Sepakat Percepatan Penyebaran Awal Sistem Pertahanan Rudal
Wapres AS, Mike Pence dan PM Korsel, Hwang Kyo-Ahn. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Seoul: Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk mempercepat penyebaran awal dari sistem pertahanan rudal AS atau biasa disebut THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) di wilayah Korsel.

"Kami sepakat untuk lebih memperkuat postur kesiapan aliansi AS-Korsel yang bisa menjadi pertahanan diri dari ancaman Korea Utara melalui penyebaran cepat THAAD," kata Perdana Menteri Korsel, Hwang Kyo-Ahn saat berbicara dalam konferensi pers bersama Wakil Presiden AS, Mike Pence.

Dilansir AFP, Senin 17 April 2017, berkunjung ke Korsel, Pence juga menyempatkan diri untuk melihat Zona Demiliterisasi Korsel-Korut atau biasa disebut DMZ.

"AS mempertimbangkan semua opsi dalam menghadapi ancaman program nuklir dan misil Korut," ucapnya.

Pence, berbicara di Freedom House yang hanya berjarak beberapa meter dari DMZ, mengatakan hubungan AS dengan Korsel "sekuat besi dan abadi." Ia menyebut DMZ sebagai "perbatasan kebebasan."

Kunjungan Pence ke DMZ dilakukan satu hari setelah Korut gagal meluncurkan misil. AS menyebut rudal yang diluncurkan Pyongyang itu meledak tak lama setelah diluncurkan. 

Menurutnya, provokasi dari Korut menjadi pengingat sebuah risiko baru yang harus dihadapi dalam membela kebebasan rakyat Korsel dan pertahanan AS di belahan dunia.

Usai mengunjungi Korsel, Pence akan melanjutkan tur Asia-nya ke Jepang, lalu Indonesia dan Australia. Terakhir, seiring ia kembali ke Washington, Pence akan menyambangi Hawaii.

Pence bertolak ke Asia bersama dengan istri dan kedua anaknya. Ia merasakan arti yang cukup khusus dalam lawatannya ke Seoul.

Pasalnya, sang ayah adalah seorang prajurit Angkatan Darat AS bertugas selama Perang korea dan dianugerahi Bintang Perunggu pada 15 April 1953. Selama ini, Pence memajang medali Bronze Star milik sang ayah beserta fotonya di kantornya di Gedung Putih.

 


(WIL)