Presiden China Bersedia Normalisasi Hubungan dengan Korsel

Willy Haryono    •    Jumat, 19 May 2017 14:32 WIB
korea selatan
Presiden China Bersedia Normalisasi Hubungan dengan Korsel
Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan utusan asal Korsel, Lee Hae-chan di Beijing, 19 Mei 2017. (Foto: AFP/JASON LEE)

Metrotvnews.com, Beijing: Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada seorang utusan Korea Selatan (Korsel) bahwa dirinya bersedia menempatkan hubungan kedua negara ke "jalur normal."

Pernyataan disampaikan Xi di tengah ketegangan China dengan Korsel atas pengiriman sistem pertahanan anti-misil milik Amerika Serikat (THAAD) ke Semenanjung Korea. 

Untuk meredakan ketegangan, Presiden baru Korsel Moon Jae-in mengirimkan seorang utusan bernama Lee Hae-chan ke China. 

"Kami bersedia bekerja sama dengan Korsel untuk menjaga hasil pemilu, menangani perselisihan dengan baik, dan menempatkan hubungan dua negara ke jalur normal," kata Xi saat menjamu Lee di Beijing, seperti disitat AFP, Jumat 19 Mei 2017. 

"Kunjungan Anda ke China untuk meningkatkan komunikasi dalam berbagai isu penting terkait hubungan bilateral memperlihatkan bahwa Presiden Moon menilai penting ikatan dua negara," lanjut dia. 

Merespons Xi, Lee mengatakan Moon mengungkapkan rasa "terima kasih" atas ucapan selamat dari Beijing usai kemenangan pemilu. 

Hubungan China dan Korsel memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah AS mengirim Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) ke Seoul. China menilai THAAD di Korsel sebagai ancaman terhadap kapabilitas militernya. 

THAAD dikirim AS ke Korsel sebagai antisipasi terhadap ancaman nuklir dan misil balistik Korea Utara. Namun China khawatir THAAD akan merusak keseimbangan keamanan kawasan. 

Moon dan Xi sudah berbicara via telepon pekan lalu. Keduanya sepakat denuklirisasi Korut adalah "tujuan bersama." 

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat setelah Korut meluncurkan misil yang diklaimnya sebagai jenis terbaru pada Minggu kemarin.


(WIL)