Mantan PM Thailand Mangkir Sidang, MA Perintahkan Penangkapan

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 25 Aug 2017 12:19 WIB
politik thailand
Mantan PM Thailand Mangkir Sidang, MA Perintahkan Penangkapan
Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mangkir dari persidangan. Yingluck diduga melakukan penyelewengan subsidi beras di Negeri Gajah Putih tersebut.

Pengacara Yingluck mengatakan kliennya mangkir dari sidang lantaran sakit vertigo. Namun, Mahkamah Agung mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya dan menunda putusan hingga 27 September mendatang.

Yingluck, lewat pengacaranya, sebelumnya memita penundaan keputusan tersebut. Kepada pengadilan dia mengatakan memiliki vertigo dan tidak bisa hadir.

"Kami tidak percaya yang bersangkutan sakit lantaran tidak ada sertifikat medis, dan kondisi yang diklaimnya tidak begitu parah. Dia sebenarnya masih bisa melakukan perjalanan ke pengadilan," tulis Mahkamah Agung dalam pernyataan resmi mereka.

Pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan karena takut dia melarikan diri dari negara tersebut. Mereka juga menyita uang jaminan senilai USD900 ribu yang diberikan Yingluck di awal persidangan.

Kepala polisi imigrasi mengatakan, Yingluck masih berada di Thailand. Pasalnya mereka tidak memiliki informasi yang menunjukkan dia keluar dari negara itu.

Dilansir dari laman BBC, Jumat, 25 Agustus 2017, Yingluck membantah telah melakukan kesalahan dalam skema subsidi beras yang menghabiskan biaya miliaran dolar Amerika Serikat tersebut. Jika dia terbukti bersalah, mantan PM Thailand wanita pertama itu akan menghadapi hukuman penjara dan larangan seumur hidup berkecimpung di dunia politik.

Pemerintah militer mencoba untuk mencegah pendukung Yingluck agar tidak datang ke pengadilan. Hal ini dilakukan untuk meredam amarah para pendukung Yingluck jika dia dipidanakan dan dipenjara.

Yingluck menjadi perdana menteri wanita pertama Thailand pada 2011. Dia dipecat 2015 lantaran skema beras oleh legislatif yang didukung militer.

Meski dia melakukan kesalahan, Yingluck masih memiliki pendukung setia. Terbukti setiap persidangan para pendukungnya terus muncul di luar Mahkamah Agung.

Skema beras yang merupakan bagian platform kampanye pemilihan Yingluck diluncurkan pada 2011. Skema ini bertujuan meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi kemiskinan pedesaan.

Sayangnya, skema beras ini menyebabkan kerugian hingga USD8 miliar dan membuat tumpukan beras besar yang tidak dapat dijual pemerintah.



(FJR)