Korupsi Halau Misi AS di Afghanistan

Fajar Nugraha    •    Kamis, 15 Sep 2016 15:57 WIB
afghanistan
Korupsi Halau Misi AS di Afghanistan
Pasukan AS di Afghanistan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kabul: Meluasnya korupsi di Afghanistan telah menggangu secara substansial upaya Amerika Serikat (AS) membangun kembali negara itu. Ini disebutkan dalam laporan sebuah badan pembangunan untuk Afghanistan,

Inspektur Jenderal Khusus AS bagi Pembangunan Kembali Afghanistan (SIGAR) John Sopko mengatakan, korupsi telah memicu munculnya keluhan terhadap Pemerintah Afghanistan. Laporan yang dikeluarkan pada 14 September itu menyebutkan penyaluran dukungan material kepada pemberontak sejak dimulainya Operasi Kebebasan Abadi juga mengalami kesulitan.
John Sopko paparkan laporan tentang misi AS di Afghanistan (Foto: VOA Indonesia)


"Korupsi menjadi tantangan sangat besar bagi keamanan, stabilitas politik, dan pembangunan, dan menyerukan kepada misi Amerika untuk menjadikan upaya anti-korupsi sebagai prioritas utama," sebut Sopko, seperti dikutip VOA Indonesia, Kamis (15/9/2016).

Laporan itu juga menyampaikan sejumlah rekomendasi guna menerapkan strategi anti-korupsi antar-instansi Amerika di Afghanistan.

Relawan menjadi incaran teror

Selain korupsi, faktor keamanan juga menjadi gangguan utama pembangunan Afghanistan. PBB pada 7 September memperingatkan mengenai meningkatnya ancaman terhadap para relawan di Afghanistan.

"Saya sangat prihatin relawan menjadi sasaran. Dengan 93 rekan kita diculik sejak awal tahun ini," kata Stephen O’Brien, koordinator bantuan darurat PBB.

"Semua pihak berkewajiban untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional dan memastikan warga sipil dan pekerja bantuan dilindungi," imbuhnya.

O’Brien juga menghimbau kepada masyarakat internasional agar secepatnya meningkatkan bantuan untuk sekitar 1,1 juta orang yang diperkirakan akan menjadi pengungsi di dalam negeri dan di negara lain sampai akhir tahun. Menurutnya, Afghanistan memerlukan bantuan darurat 150 juta dolar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang menyelamatkan nyawa selama empat bulan mendatang dengan meningkatnya jumlah orang yang mengungsi.

PBB mengatakan lebih dari 5.000 warga Afghanistan yang mengungsi kembali dari Pakistan setiap hari memperberat tantangan yang dihadapi komuntas kemanusiaan.



(FJR)