Obama Tegaskan Putusan Laut China Selatan 'Mengikat'

Willy Haryono    •    Kamis, 08 Sep 2016 13:03 WIB
ktt aseanlaut china selatan
Obama Tegaskan Putusan Laut China Selatan 'Mengikat'
Presiden Barack Obama dalam KTT ASEAN di Vientiane, Laos, 8 September 2016. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Metrotvnews.com, Vientiane: Pengadilan Arbitrase Internasional (PCA) menyatakan klaim Tiongkok atas sebagian besar Laut China Selatan tidak berdasar. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama kembali menegaskan bahwa putusan itu bersifat mengikat. 

Sejak putusan PCA keluar pada Juli, Tiongkok bertekad tidak akan pernah mematuhinya. 

"Putusan arbitrase pada Juli, yang bersifat mengikat, membantu mengklarifikasi hak-hak maritim di kawasan," ucap Obama di KTT ASEAN di Vientiane, Laos, Kamis (8/9/2016). 

Pernyataan terbaru Obama dipastikan membuat Tiongkok geram. Dalam beberapa kesempatan, Obama mendesak Tiongkok mematuhi putusan di Laut China Selatan dan tidak mengambil langkah unilateral yang dapat meningkatkan ketegangan. 


Pulau artifisial buatan Tiongkok di Laut China Selatan. (Foto: AFP)

Tiongkok merespons balik dengan menuduh AS sengaja memanfaatkan putusan PCA untuk meningkatkan atmosfer konfrontasi di Laut China Selatan. 

"Saya ingin berdiskusi mengenai bagaimana cara bergerak maju bersama secara konstruktif untuk menurunkan ketegangan dan mendorong diplomasi serta stabilitas," ungkap Obama. 

Sebelum pidato terbaru Obama, Laut China Selatan sudah menjadi sumber perseteruan antara Filipina dengan Tiongkok di KTT ASEAN di Laos. 

Kubu Manila menunjukkan sejumlah foto aktivitas pembangunan infrastruktur Tiongkok di Scarborough Shoal di sela KTT ASEAN. Beijing membantah adanya aktivitas semacam itu. 

Scarborough Shoal terletak hanya 230 kilometer dari pulau utama Filipina, di mana terdapat sejumlah pasukan AS yang disiagakan sebagai bagian dari kerja sama bidang pertahanan.


(WIL)