Citra Satelit Tunjukkan Persiapan Uji Coba Nuklir Korut Terbaru

Sonya Michaella    •    Sabtu, 08 Oct 2016 09:26 WIB
nuklir korea utara
Citra Satelit Tunjukkan Persiapan Uji Coba Nuklir Korut Terbaru
Uji coba nuklir Korut pada Agustus lalu yang disiarkan televisi Korsel (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Pengamatan citra satelit oleh kelompok pengawas Korea Utara (Korut) yang berbasis di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa adanya peningkatan aktivitas persiapan uji coba nuklir baru.

38 North menunjukkan aktivitas di tiga terowongan di lokasi uji nuklir Punggye-ri melibatkan kendaraan besar dan beberapa personel.

"Kemungkinan uji nuklir ini dapat dilihat dari pengumpulan data pada pelaksanaan uji nuklir terakhir pada 9 September lalu dan langkah-langkah persiapan uji nuklir lainnya seperti penutupan portal dan lainnya," ujar salah satu anggota 38 North, seperti dikutip AFP, Sabtu (8/10/2016).

Tak hanya itu, Jepang pun menduga akan dilakukannya lagi uji coba nuklir oleh Negara Komunis pimpinan Kim Jong-un tersebut.

"Pemerintah mengambil semua tindakan yang mungkin dalam pengumpulan informasi demi meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah intelijen untuk dapat menanggapi situasi apapun," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga dalam konferensi persnya.

Sementara itu, Juru bicara Pemerintah Korea Selatan untuk Unifikasi Korea Jeong Joon-hee menyatakan sejauh ini belum mendapat identifikasi jelas mengenai rencana uji nuklir Korut yang terbaru.

Kantor berita Korsel, Yonhap mengutip seorang pejabat pemerintah yang menyatakan adanya aktivitas di stasiun peluncuran roket milik Korut di dekat pantai barat Korsel aktivitas itu diduga merupakan persiapan peluncuran rudal jarak jauh Korut.

Korut melakukan uji nuklir pertamanya pada tahun 2006 dan mengklaim kepemilikan bom atom sebagai alat pertahanan mereka. Sepanjang 2016, terhitung Korut sudah melakukan uji coba nuklir hingga enam kali. 

Sejak saat itu Korut terus menentang sanksi yang diberikan PBB dan menolak tekanan internasional yang datang dengan terus mengembangkan teknologi senjata nuklir mereka.


(FJR)