PBB Minta Tiongkok Buka Akses ke Xinjiang

Sonya Michaella    •    Kamis, 06 Dec 2018 11:53 WIB
uighur
PBB Minta Tiongkok Buka Akses ke Xinjiang
Muslim Uighur di Xinjiang sedang melakukan salat. (Foto: AFP)

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Pemerintah Tiongkok untuk membuka akses ke Xinjiang, kota yang didiami mayoritas Muslim Uighur. 

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan, ia ingin masuk ke Xinjiang untuk memverifikasi laporan yang diterima, yaitu penahanan terhadap lebih dari satu juta Muslim Uighur di kamp-kamp 'pendidikan politik'.

Sejumlah para tahanan bahkan telah membeberkan bahwa mereka disiksa dan dipaksa untuk belajar propaganda Partai Komunis Tiongkok.

"Kami ingin melibatkan Tiongkok dalam dialog serius mengenai masalah yang mengkhawatirkan ini," kata Bachelet, dikutip dari CNN, Kamis 6 Desember 2018.

Baca: Tiongkok Tolak Komisi HAM Jerman Masuk ke Xinjiang

Seruan PBB ini muncul setelah Komisioner HAM asal Jerman, Barbel Kofler ditolak masuk ke Xinjiang oleh Tiongkok. 

Sebelumnya, PBB telah memeriksa catatan HAM Tiongkok atau biasa disebut Universal Periodic Review (UPR). Disebut-sebut ada kritik untuk pemerintahan Presiden Xi Jinping di mana kondisi HAM menurun drastis di masa jabatannya.

Hingga saat ini, tudingan Tiongkok menahan sekitar satu juta Uighur masih berhembus kencang. Mereka ditempatkan di dalam kamp rahasia di Xinjiang, di mana mereka menjalani 'pendidikan politik'.

Baca: Etnis Uighur di Australia Tuduh Diawasi oleh Tiongkok

Muslim Uighur yang mayoritas berasal dari Turki ini ditangkap dan ditahan karena dituduh berhaluan ekstrem, yang salah satu indikasinya adalah pernah mengunjungi satu dari 26 negara yang dianggap sensitif oleh Tiongkok.

Namun, pemerintah Beijing membantah laporan tersebut. Pemerintah menyangkal bahwa mereka bukan dipenjara, melainkan berada di pusat pelatihan kejuruan, salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas sosial di Xinjiang.


(FJR)