Korsel dan Korut Sepakat Aktifkan kembali Hotline Militer

Willy Haryono    •    Selasa, 09 Jan 2018 17:56 WIB
korea utarakorea selatan
Korsel dan Korut Sepakat Aktifkan kembali <i>Hotline</i> Militer
Kepala delegasi Korut Ri Son-Gwon (tengah) hendak menghadiri dialog resmi dengan Korsel di desa Panmunjom, DMZ, 9 Januari 2018. (Foto: AFP/KOREA POOL)

Panmunjom: Korea Selatan dan Utara sepakat menghidupkan kembali sambungan telepon langsung atau hotline militer yang telah ditutup selama hampir dua tahun. Kesepakatan tercapai dalam pertemuan resmi kedua kubu di Panmunjom, sebuah desa di Zona Demiliterisasi atau DMZ, Selasa 9 Januari 2018. 

Dalam dialog di Panmunjom, Korut menyebut sebuah sambungan telepon langsung di perbatasan bagian barat telah difungsikan kembali. 

"Mengikuti langkah tersebut, kubu kami memutuskan menggunakan sambungan telepon militer mulai pukul 08.00 pagi besok," ujar Wakil Menteri Unifikasi Korea Chun Hae-sung kepada awak media di Seoul, seperti dikutip AFP.

Hotline militer kedua negara ditutup pada Februari 2016 saat Seoul mengumumkan penutupan kawasan industri gabungan Kaesong. Penutupan tersebut membuat hubungan kedua negara memburuk.

Satu lagi hotline di sisi timur Semenanjung Korea telah ditutup sejak 2008 -- saat Seoul membekukan program pariwisata ke Gunung Kumgang. Hotline ini akan tetap ditutup karena alasan teknis. 

Baca: Korsel-Korut Mulai Pembicaraan Resmi Pertama dalam 2 Tahun

Sambungan langsung kedua negara dibentuk antara 2002-2003 saat hubungan Korut dan Korsel sempat membaik di bawah kepemimpinan Presiden Kim Dae-jung dan Roh Moo-hyun.

Pengumuman terbaru muncul setelah kedua Korea melanjutkan komunikasi sipil melalui desa Panmunjom. Sambungan telepon sipil, dibuat pada 1971, digunakan untuk mengatur pertemuan inter-Korea dalam mendiskusikan isu politik dan kemanusiaan.

Namun sambungan telepon sipil ini pernah dibekukan enam kali saat ketegangan di Semenanjung Korea meningkat.

Kedua Korea melanjutkan komunikasi Rabu pekan lalu usai Seoul mengajukan dialog tingkat tinggi dalam merespons harapan pemimpin Korut Kim Jong-un. 

Dalam pidato tahun baru, Kim menawarkan mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin di Korsel. Penawaran ini dipandang sebagai usaha Kim menurunkan ketegangan di Sememanjung Korea.

 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA