Gabung Grup Terorisme, 8 Militan Asing Masih Kepung Marawi

Sonya Michaella    •    Rabu, 11 Oct 2017 09:51 WIB
terorisme di filipina
Gabung Grup Terorisme, 8 Militan Asing Masih Kepung Marawi
Rupa Kota Marawi sekarang. (Foto: Asian Correspondent)

Metrotvnews.com, Manila: Pasukan keamanan Filipina mengatakan, delapan warga asing masih berperang di Marawi dengan bergabung bersama kelompok militan. Hampir enam bulan sudah mereka mengepung Marawi, Filipina Selatan.

Dikutip dari Free Malaysian Today, Rabu 11 Oktober 2017, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) tidak menyebutkan kebangsaan warga asing tersebut, namun polisi Malaysia yakin empat atau lima warga Malaysia bergabung dengan Maute dan Abu Sayyaf.

"Pejuang asing telah mengambil alih peran kepemimpinan di kelompok militan tersebut," ujar Kepala AFP, Eduardo Ano.

Di samping itu, militer Filipina juga melakukan pencarian di tempat persembunyian militan, dan menemukan puluhan jasad, yang diduga warga asing. Pihak berwenang pun melakukan tes DNA untuk mengonfirmasi identitas mereka.

Kedutaan Besar Malaysia di Manila juga sempat memberikan sebuah identitas yang diduga adalag Mahmud Ahmad, seorang militan yang dicari, untuk melihat apakah ada salah satu jasad yang mirip dengannya.

Mahmud sendiri adalah mantan dosen yang menjadi militan. Ia pernah dilatih di sebuah kamp milik kelompok Al Qaeda di Afghanistan.

Lebih dari 800 orang tewas dalam pertempuran perebutan kembali Marawi ini. Kebanyakan dari mereka yang tewas adalah militan, dan sisanya adalah militer dan warga sipil.

Pertempuran di Marawi ini pecah sejak 23 Mei yang lalu ketika militan mulai menduduki kota yang didominasi Muslim tersebut. 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte juga memutuskan untuk  memperpanjang status darurat militer sampai akhir 2017.






(FJR)