Wawancara Khusus Duta Besar Iran

Dubes Iran sebut Aksi Protes Tak Perlu Dibahas di DK PBB

Sonya Michaella    •    Jumat, 12 Jan 2018 08:18 WIB
indonesia-iranwawancara dubes valiollah mohammadi
Dubes Iran sebut Aksi Protes Tak Perlu Dibahas di DK PBB
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi. (Foto: Fajar Nugraha/medcom).

Jakarta: Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi mengomentari rapat darurat yang digelar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas situasi di Iran.

Rapat darurat ini diselenggarakan di New York, pada 5 Januari lalu, atas permintaan Amerika Serikat (AS). 

"Tugas DK PBB adalah menjaga keamanan dan perdamaian dunia. Apa yang terjadi di Iran ini adalah masalah internal kami. Kenapa sampai dibawa ke rapat darurat DK PBB?" ucap Dubes Mohammadi, dalam wawancara khusus bersama Medcom.id, Rabu 10 Januari 2018.

"Kami menghitung hanya 25 ribu orang yang berdemo di seluruh orang. Tapi yang meminta bantuan pemerintah terhitung jutaan orang," lanjut dia.

Ketika ditanya mengenai inisiasi Amerika Serikat agar DK PBB menggelar rapat ini, Dubes Mohammadi tertawa. Meski tak menyebutkan langsung, ia menganggap pemimpin AS adalah seseorang yang tidak konsisten.

"Di awal demo, dia (Donald Trump) mendukung sebagian kecil pemberontak yang berdemo. Sangat ironis. Namun, ketika ratusan, bahkan jutaan masyarakat Iran turun ke jalan untuk meminta bantuan pemerintah, ia tidak mengatakan sepatah kata apapun," katanya.



Menurut Dubes Mohammadi, apa yang terjadi saat rapat darurat DK PBB adalah bukti bahwa Amerika dua kali 'ditinggal' oleh para pendukungnya. Anggota tetap maupun anggota tidak tetap DK PBB pun menolak jika masalah Iran dibahas dalam rapat darurat.

"Yang pertama adalah saat kasus Palestina. Yang kedua, saat DK PBB membahas masalah kami. Anggota DK PBB tidak sepakat dengan AS bahwa masalah Iran harus dibawa ke dalam rapat," tutur dia lagi.

DK PBB, ujar dia, tidak pernah mau mencampuri masalah internal negara lain, kecuali masalah itu sudah mengganggu perdamaian dunia.

Ia kembali menekankan, bahwa demo yang terjadi di Iran bukanlah demo anti-pemerintah, melainkan permintaan masyarakat Iran kepada pemerintah untuk menyelesaikan kesulitan yang mereka hadapi dengan sebuah badan finansial swasta.

"Yang berdemo hanyalah kelompok kecil. Sayangnya mereka ditunggangi pihak-pihak asing yang tidak bertanggung jawab," tukas dia.

Ia yakin bahwa skenario yang AS punya serupa dengan apa yang mereka jalankan di Suriah. Pemberontakan yang didukung AS mulai dari kota-kota kecil dan meluas ke tempat-tempat agama. 


(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA