KBRI Teheran Imbau WNI Berhati-hati Terhadap Gempa Susulan

Sonya Michaella    •    Senin, 13 Nov 2017 16:57 WIB
gempa bumi
KBRI Teheran Imbau WNI Berhati-hati Terhadap Gempa Susulan
Gempa 7,3 SR yang meluluhlantakkan perbatasan Iran-Irak. (Foto: AFP)

Teheran: KBRI Teheran mengimbau agar Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran dan sekitarnya untuk berhati-hati pascagempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) mengguncang perbatasan Iran-Irak.

"Bagi WNI yang sedang berada di sekitar lokasi terkena dampak gempa, atau akan bepergian ke sekitar lokasi, harap berhati-hati dan selalu membawa paspor dan tanda pengenal," sebut pernyataan dari KBRI Teheran kepada Metrotvnews.com, Senin 13 November 2017.

"Meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa susulan, KBRI terus mengingatkan WNI agar berhati-hati," lanjut pernyataan itu.

KBRI Teheran juga membuka hotline yang aktif selama 24 jam jika ada WNI yang memerlukan bantuan di +98912 0067021, +9891209632269, +98912 8241668 atau di +9821 88715558.

Korban tewas akibat gempa ini terus bertambah. Terhitung, korban tewas kini mencapai 328 jiwa. Tak hanya itu, lebih dari 2.500 orang juga terluka. Korban tewas dikhawatirkan akan meningkat.

Gempa tersebut dirasakan di beberapa provinsi di barat Iran. Namun, provinsi yang paling parah terkena dampak adalah Kermanshah. Tiga hari berkabung juga diumumkan di provinsi ini.

Di sisi perbatasan Iran, guncangan terasa di beberapa kota di bagian barat negara, termasuk Tabriz.

Guncangan juga terjadi di Turki Tenggara, yaitu Malatya dan Van. Di Diyarbakir, warga juga dilaporkan sudah meninggalkan tempat tinggal mereka. 

Gempa tersebut dilaporkan melanda garis patahan sepanjang 1.500 kilometer antara lempeng tektonik Arab dan Eurasia, sebuah lempeng yang meluas melalui Iran barat dan ke timur laut Irak.



(FJR)