Kreasi Mendukung Kampanye Keanggotaan Indonesia di DK PBB

Fajar Nugraha    •    Kamis, 04 Jan 2018 12:00 WIB
indonesia-pbb
Kreasi Mendukung Kampanye Keanggotaan Indonesia di DK PBB
Livi Zheng mengambil gambar pasukan Indonesia di kawasan Sentul, Jawa Barat (Foto: Livi Zheng).

Jakarta: Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020. Berbagai kampanye pun diluncurkan untuk mencapai tujuan ini.
 
Dukungan terbaru ditunjukkan oleh sutradara Indonesia yang sudah berhasil di kancah perfilman Amerika Serikat (AS), Livi Zheng.
 
Sebagai bentuk dukungannya, Livi Zheng menyutradarai film kampanye untuk keanggotaan Indonesia di DK PBB. Film yang berjudul  'Indonesia: A True Partner for World Peace' ini akan digunakan untuk kampanye pemerintah RI di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, dan di perwakilan Indonesia di seluruh dunia.
 
Untuk pengambilan gambar film dilakukan Livi mulai dari New York City, Jakarta dan Sentul, Bogor. Di New York City, Livi melakukan pengambilan gambar bersama Perwakilan Tetap RI (PTRI) untuk PBB, Wakil Tetap RI, Duta Besar Dian Triansyah Djani dan tim PTRI di Markas Besar PBB dan di kantor PTRI.
 
"Di Jakarta kami syuting di Kementerian Luar Negeri untuk mengambil gambar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dan gedung bersejarah Gedung Pancasila. Sedangkan di Sentul kami syuting di Pusat Pemeliharaan Misi Perdamaian di Sentul bersama pasukan penjaga perdamaian TNI atau Kontingen Garuda TNI," jelas Livi, dalam keterangan tertulis yang diterima Medco.id, Kamis 4 Januari 2018.


 
Dalam pengambilan gambar di Sentul, pasukan TNI yang dilibatkan cukup besar. Selain 850 orang personel dari Batalyon Mekanis TNI untuk misi perdamaian dan keamanan di Lebanon (UNIFIL/United Nations Interim Force in Lebanon) disertakan juga 309 personel Satuan Tugas Koordinasi Militer Sipil, dan Satuan Tugas Perlindungan atau 'Force Protection Company'
 
Kemudian dilibatkan pula, personel pendukung UNIFIL lainnya seperti Satuan Tugas Masyarakat Militer atau 'Military Community Outreach Unit', Satuan Tugas Polisi Militer dan Satuan Tugas Kesehatan (Indo Medic), serta Satuan Pendukung Markas Besar Pasukan atau 'Force Headquarters Support Unit'.
 
Livi, sutradara film 'Brush with Danger', yang  pernah masuk seleksi nominasi Piala Oscar pada 2015, merasa terhormat bisa menyutradarai film kampanye negaranya. "Sebagai WNI, ini adalah sebuah kebanggaan. Harapan saya indonesia akan menjadi anggota DK PBB," tuturnya Desember lalu.
 
Terkait film yang digarapnya itu, Livi mengaku ingin membuat sebuah film kampanye untuk Indonesia yang sinematik menggambarkan pengalaman dan kekuatan Indonesia.

"Jadi, kami menggunakan teknik-teknik pengambilan gambar yang kami gunakan untuk layar lebar untuk menyampaikan sejumlah pesan. Pesan itu di antaranya bahwa Indonesia siap menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," imbuh Livi.
 
Menlu Retno L.P Marsudi, menyampaikan bahwa "Jumlah perwakilan RI di luar negeri yang mencapai 132 unit, kita harapkan  juga dapat membantu Indonesia memahami dengan baik situasi di lapangan."

Selama ini, Indonesia sangat aktif dalam melakukan misi pemeliharaan perdamaian di negara-negara yang tergabung dalam PBB. Pasukan perdamaian Indonesia dari waktu ke waktu ikut menjaga perdamaian dunia di banyak negara. Indonesia tercatat sudah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yaitu periode 1973-1974, 1995-1996 dan 2007-2008.

 
Menlu Retno menambahkan, postur Indonesia selama ini diharapkan dapat membuat negara-negara yang mendukung Indonesia semakin bertambah dan menjadikan RI layak sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB. "Indonesia adalah negara berpenduduk keempat terbesar dunia dan negara berpenduduk Muslim terbesar dunia. Indonesia menjadi bukti bahwa Islam, modernitas dan penguatan perempuan dapat terjalin dalam satu harmoni," ungkapnya.
 
Dengan lebih dari 17 ribu pulau yang didiami oleh lebih dari 1300 kelompok etnis, tambah Menlu Retno, Indonesia merupakan model sejati bagi toleransi dan pluralisme, nilai yang senantiasa diproyeksikan oleh Indonesia dalam berhubungan dengan negara lain. Indonesia juga aktif memajukan demokrasi, antara lain lewat penyelenggaraan Bali Democracy Forum (BDF). Selain itu, Indonesia termasuk sepuluh penyumbang terbesar bagi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB.



(FJR)