Mensos Soroti Pendidikan untuk Capai Zero Poverty 2030

Willy Haryono    •    Jumat, 07 Oct 2016 14:44 WIB
sdgfilantropi
Mensos Soroti Pendidikan untuk Capai Zero Poverty 2030
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Foto: WIlly Haryono/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Zero Poverty atau tidak ada kemiskinan sama sekali adalah salah satu target/tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). 
 
SDGs--agenda pembangunan berkesinambungan yang disepakati 193 negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa tahun lalu-- mulai diterapkan di Indonesia sejak awal 2016. 
 
"Sekarang sudah semester kedua sejak SDGs dimulai 1 Januari lalu. Ada 17 kesepakatan global, salah satunya No Poverty," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam peresmian Festival Filantropi Indonesia (IPFEST) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (7/10/2016). 
 
Untuk mencapai Zero Poverty, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai yang perlu perlu diperhatikan adalah sektor pendidikan. Hal ini juga terkait dengan target lainnya dari SDGs, yakni Zero Hunger atau tidak ada lagi kelaparan. 
 
Khofifah menceritakan salah satu kunjungan kerjanya ke Ponorogo, Jawa Timur. Di sana, terdapat sebuah desa tertinggal yang mendapat julukan 'Desa Idiot.' Sebagian besar penduduk di sana tingkat kepintarannya di bawah rata-rata. "Bahkan ada yang tidak mengerti telur itu bisa dimanfaatkan untuk apa," kata Khofifah.
 
Setelah diselidiki, ternyata salah satu penyebabnya adalah kualitas air minum. Di desa tersebut, kandungan kapur dalam air tanahnya terlampau tinggi, sehingga mengganggu perkembangan otak sebagian warga. 
 
Mensos Khofifah kemudian menyebut nama Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Ia mengatakan Pratikno adalah pria yang lahir di daerah dengan kualitas air buruk. Meski begitu, Pratikno kini telah menjadi salah satu menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. 
 
"Kok bisa jadi menteri? Ternyata ibunya memasak air hingga berkali-kali agar kandungan kapurnya hilang," ungkap Khofifah.
 
Dari cerita di atas, Khofifah mengatakan pendidikan erat kaitannya dengan Zero Poverty dan Zero Hunger. Dengan pendidikan, seseorang bisa bangkit dari kemiskinan, yang otomatis akan menjauhkan dirinya dari ancaman kelaparan. 
 
Dengan semangat mencapai target SDGs, Khofifah berharap angka kemiskinan di Indonesia dapat turun drastis pada 2030. Meski diakuinya, kemiskinan itu bersifat dinamis dan angkanya selalu berubah.
 
"Sekarang keluarga itu berkecukupan, keesokan harinya ada bencana, sawahnya diterjang banjir, kemudian jatuh miskin," sebut Khofifah. 
 
"Ada juga yang sekarang miskin, besoknya dapat warisan, jadi kaya, naik di atas garis kemiskinan," sambung dia.



(FJR)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA