Perempuan Bisa Berperan Penting dalam Pasukan Perdamaian PBB

Fajar Nugraha    •    Senin, 10 Oct 2016 19:46 WIB
indonesia-pbb
Perempuan Bisa Berperan Penting dalam Pasukan Perdamaian PBB
Menlu Retno Marsudi beri pembekalan untuk pasukan TNI yang dikirim ke Lebanon (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Sentul: Pasukan TNI yang akan dilepas ke Lebanon bersama pasukan perdamaian PBB, juga diperkuat oleh personel perempuan. Perempuan bisa memegang peranan penting dalam pasukan ini.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan pembekalan bagi 854 pasukan TNI yang akan bergabung dengan pasukan PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Di antara 854 pasukan itu, 18 di antaranya adalah pasukan perempuan.
 
Seperti diketahui personel Indonesia yang tergabung dalam pasukan UNIFIL berjumlah 1.296 personel. Sementara pasukan UNIFIL sendiri diperkuat oleh pasukan dari 40 negara. 
 
"Pemerintah Indonesia terus berkomitmen tinggi untuk terus meningkatkan jumlah personel perempuan. Gender mainstreaming, perlu terus didorong untuk menjamin bahwa gender persepective terintegrasi dalam kebijakan," ujar Menlu Retno, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul, Senin (10/10/2016).


Menlu Retno Marsudi di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)
 
 
Menlu menyebutkan, sudah banyak resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang menyoroti gender perspective dan pentingnya perlindungan terhadap wanita dan anak di wilayah konflik. Untuk anggota perempuan, tidak hanya berasal dari unsur militer tetapi juga polisi.
 
"Untuk wanita tidak hanya dari militer, tetapi  polisi sudah ada 30 polisi wanita Indonesia diturunkan dalam misi perdamaian di banyak negara," sebutnya.
 
"Sebagai gambaran, untuk tahun 1993 hanya 1 persen dari total deployment dunia terdiri dari wanita. Untuk 2014, angka presentasenya naik secara signifikan. Untuk militer jumlahnya tiga persen, sementara dari polisi jumlahnya 10 persen," tegas Menlu.
 
Apa pentingnya misi perdamaian memiliki personel wanita? Menurut Menlu Retno ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan.
 
Pertama, personel perempuan bisa dijadikan contoh bagi lingkungan setempat. Kedua, perempuan bisa menginspirasi masyarakat setempat dalam memperjuangkan hak dan partisipasi dalam proses perdamaian dunia. Ketiga, di beberapa negara tidak mudah untuk bicara dengan perempuan karena ada hambatan kultural. Untuk itu, personel perempuan bisa memudahkan akses berbicara kepada perempuan dan sekaligus meningkatkan akses serta dukungan kepada perempuan dan juga memberikan rasa aman kepada warga perempuan dan anak-anak.
 
"Women empowerment menjadi salah satu isu yang sangat penting untuk diutamakan di semua kegiatan. Anda tahu, di kabinet (Presiden Joko Widodo) saat ini lebih dari 25 persen dari anggota kabinet terdiri dari wanita. Ada sembilan wanita yang berada di dalam kabinet," pungkas Menlu.
 
Tetapi ada hal lain yang lebih penting bagi para anggota TNI yang akan dikirim bergabung dengan UNIFIL. Pencegahan konflik adalah hal penting artinya dan terus didorong oleh Indonesia di setiap pertemuan internasional.
 
Menlu meminta kepada anggota TNI agar mereka bisa menyebarkan toleransi di lokasi penugasan. Toleransi bisa menjadi hal penting yang mencegah suatu masyarakat berubah ke arah konflik.
Menlu Retno Marsudi sebut peran perempuan sangat penting di misi PBB (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)
 
 
Disebutkan sebelumnya, keterlibatan Indonesia dalam misi di Lebanon sudah berlangsung sejak lama. Kontingen Garuda I pertama dikirim pada 8 Januari 1957, hingga saat ini pasukan Indonesia di UNIFIL masih terus berperan aktif.
 
Keterlibatan dari pasukan TNI di UNIFIL diakui berpengaruh oleh pasukan asing lain yang bertugas di Lebanon. Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigadir Jenderal Achmad Marzuki menyebutkan keberadaan pasukan TNI di Lebanon cenderung lebih diterima oleh masyarakat setempat.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA