21 Kasus Baru Virus Zika Muncul di Thailand

Willy Haryono    •    Minggu, 11 Sep 2016 18:00 WIB
virus zika
21 Kasus Baru Virus Zika Muncul di Thailand
Petugas menyemprotkan obat anti-nyamuk dalam mengantisipasi penyebaran virus Zika di Thailand, 12 Februari 2016. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Sebanyak 21 kasus kasus baru virus Zika terkonfirmasi muncul di Bangkok, termasuk yang berada di tubuh seorang wanita hamil. 

Kementerian Kesehatan Thailand mengimbu warga Bangkok untuk tidak panik setelah 21 kasus baru terkonfirmasi muncul di Sathorn, area yang diramai dihuni komunitas ekspatriat. 

"Dari 21 kasus terkonfirmasi, ada satu wanita hamil yang berhasil sembuh dan melahirkan dengan sukses," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Suwannachhai Wattanayingcharoenchai kepada Reuters via sambungan telepon, Minggu (11/9/2016). 

"Ibu dan bayinya yang baru lahir dalam kondisi sehat," sambung dia, yang mengatakan suami dari wanita itu baru saja pulang dari Singapura. 

Kasus pertama virus Zika di Thailand muncul pada 2012. Sejak saat ini, Otoritas Metropolitan Bangkok terus menyelidiki seluk beluk virus tersebut. 

Sementara itu Singapura melaporkan kasus pertama zika pada 27 Agustus. Sejak saat itu, jumlah kasus infeksi Zika terus bertambah hingga lebih dari 300.

Infeksi Zika terhadap wanita hamil berisiko memicu microcephaly, atau cacat lahir yang membuat kepala dan otak bayi berukuran lebih kecil dari normal. Zika juga disebut-sebut dapat menyebabkan beberapa kelainan otak lainnya. 

Suwannachai mengatakan 30 wanita hamil yang mengidap Zika di Thailand sedang diawasi ketat. Sejauh ini, enam dari 30 wanita itu telah melahirkan tanpa adanya komplikasi atau cacat. 

Sebanyak 16 dari total 76 provinsi di Thailand melaporkan adanya kasus Zika sejak Januari tahun ini. Namun belum ada laporan cacat lahir atau kematian dari seluruh kasus tersebut. 

"Tidak ada kematian atau komplikasi sejauh ini. Saya meminta warga untuk tidak panik," tutur Suwannachai. 

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengontrolan Penyakit Amerika Serikat (CDC), microcephaly biasanya dapat terdeteksi di paruh akhir kedua dan awal trimester ketiga kehamilan melalui USG. Namun CDC mengatakan microcephaly juga sudah dapat terdeteksi di usia kehamilan 18 hingga 20 pekan.


(WIL)