Tiongkok Tuduh Jepang Perkeruh Situasi di Laut China Selatan

Willy Haryono    •    Senin, 19 Sep 2016 17:43 WIB
laut china selatan
Tiongkok Tuduh Jepang Perkeruh Situasi di Laut China Selatan
Jubir Kemenlu Tiongkok Lu Kang. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)

Metrotvnews.com, Beijing: Tiongkok menuduh Jepang berusaha "perkeruh" situasi di Laut China Selatan, setelah mengumumkan rencana latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS) di perairan sengketa tersebut.

Hubungan Tiongkok dan Jepang telah lama dibayang-bayangi sejarah gelap perang di masa lalu dan sengketa perairan di Laut China Timur. 

Selama ini, Tiongkok memandang hubungan kerja sama pertahanan AS dengan Jepang sebagai intervensi terhadap aktivitas di Laut China Selatan. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang mengatakan negara-negara di kawasan telah mencapai konsensus yang menyatakan bahwa masalah Laut China Selatan harus diselesaikan melalui dialog antar pihak terkait langsung. Disebutkan pula bahwa Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara harus bersama-sama menjaga perdamaian di perairan tersebut. 


Kapal penjaga pantai Tiongkok di perairan Laut China Timur. (Foto: AFP)

"Mari kita lihat hasil dari tindakan Jepang yang mencoba menciptakan kebingunan di Laut China Selatan dengan berpura-pura demi komunitas internasional," ujar Lu, seperti dikutip Reuters, Senin (19/9/2016). 

Lu menambahkan, aksi Jepang justru semakin menjauhkan negara-negara terkait dari solusi konflik Laut China Selatan. "Tiongkok tegas dalam tekadnya melindungi kedaulatan dan kepentingan maritim," ungkap Lu. 

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, bahkan di perairan yang dekat dengan beberapa negara tetangga. Klaim sepihak itu didasarkan atas sembilan garis putus atau nine-dashed line Tiongkok dari peta versi mereka sendiri yang dibuat pada 1940-an. 

Filipina dan beberapa negara Asia Tenggara geram dengan klaim Tiongkok. Sejumlah pakar menyebut Laut China Selatan yang memiliki luas sekitar tiga juta kilometer per segi adalah perairan rawan konflik. 

Pengadilan Arbitrase Internasional (PCA) mengeluarkan putusan terkait Laut China Selatan pada Juli, dengan menyatakan klaim Tiongkok di Laut China Selatan tak berdasar. Tiongkok menegaskan tidak akan mematuhinya.


(WIL)