PBB: 1 Juta Pengungsi Rohingya akan Penuhi Bangladesh di Akhir Tahun

Arpan Rahman    •    Jumat, 15 Sep 2017 14:33 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
PBB: 1 Juta Pengungsi Rohingya akan Penuhi Bangladesh di Akhir Tahun
Pengungsi dari wilayah Rakhine berupaya menyeberang ke Bangladesh dengan menggunakan perahu (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Dhaka: Diperkirakan satu juta pengungsi Rohingya dari Myanmar bisa memasuki Bangladesh pada akhir tahun ini.
 
"Antara 10.000 hingga 20.000 Muslim Rohingya, yang melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar, tiba di Bangladesh setiap hari," menurut Direktur Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Mohammed Abdiker Mohamud.  
 
Direktur Badan PBB itu menambahkan bahwa masyarakat internasional "belum cukup melakukan upaya" untuk meringankan krisis. Mohamud berbicara di Dhaka setelah berkunjung ke Cox's Bazar, sebuah kota pelabuhan dan titik kedatangan para pengungsi di Bangladesh.
 
"Tidak ada yang menduga dan tidak ada yang siap memberi makanan, tergantung belas kasihan sejumlah besar orang. Di Eropa sekarang kita mengeluh tentang sekitar 100.000 orang yang tiba dalam 12 bulan dari Libya ke Eropa. Bangladesh sudah menerima hampir 400.000 orang dalam dua setengah minggu yang menunjukkan besarnya situasi," cetusnya seperti disitat UPI, Jumat 15 September 2017.
 
George Okoth-Obbo, Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), menambahkan bahwa Bangladesh menghadapi krisis kemanusiaan yang serius. Sekitar 400.000 Rohingya, sebuah kelompok etnis dan agama minoritas, telah lama ditolak kewarganegaraannya di Myanmar. Mereka melarikan diri ke perbatasan Bangladesh sejak tindakan keras pasukan pemerintah, yang digambarkan oleh beberapa orang sebagai pembersihan etnis, dimulai pada 25 Agustus.
 
 
Perkiraan awal menunjukkan bahwa 60 persen pengungsi tersebut adalah anak-anak. Okoth-Obbo berkata, menghargai usaha pemerintah Bangladesh buat menyambut Rohingya, namun meminta "tanggapan komprehensif".
 
"Kita harus melangkah di semua bidang yang diperlukan," katanya.
 
Jumat lalu, di Gaza, para pemimpin agama Muslim menujukan khotbah mereka untuk penderitaan orang-orang Rohingya -- yang sebagian besar beragama Islam, meskipun Myanmar adalah negara yang sebagian besar beragama Budha.
 
"Kabar tentang apa yang terjadi pada Muslim Rohingya di Myanmar hanyalah puncak gunung es," kata Wael al-Zerd dari Masjid Gaza, Palestina. "Di mana mereka yang selalu membicarakan hak asasi manusia sekarang ketika orang Rohingya dibantai?"
 
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB menyerukan "langkah-langkah segera" demi mengakhiri kekerasan atas orang-orang Rohingya, pada Rabu.
 
"Situasi kemanusiaan adalah bencana besar. Ketika kita bertemu pekan lalu, ada 125.000 pengungsi Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh, jumlah tersebut sekarang meningkat tiga kali lipat menjadi hampir 380.000 orang. Banyak yang tinggal di permukiman sementara atau ditampung penduduk tuan rumah yang dengan murah hati berbagi apa yang mereka miliki. Wanita dan anak-anak tiba dengan lapar dan kekurangan gizi," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
 
Bantuan RI tiba di Bangladesh
 
Sebuah pesawat Hercules A 1316 tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, pada Kamis 14 September 2017, sekira pukul 17.00 waktu setempat atau 18.00 WIB.
 
 
Pesawat tersebut mengangkut bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk diserahkan kepada para pengungsi Rakhine State, Myanmar, yang saat ini berada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
 
Kedatangan bantuan tersebut disambut langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno dan perwakilan dari pemerintah Bangladesh.
 
Bantuan tersebut kemudian langsung diserahkan oleh Direktur Tanggap Bencana BNPB Junjungan Tambunan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno. 
 
Selanjutnya, Rina Soemarno menyerahkan bantuan tersebut kepada pemerintah Bangladesh yang diwakili oleh Distric Commissioner Chittagong, Md Zillur Rahman Chowdhury. Rina menjelaskan, pihaknya akan membantu mendistribusikan kepada para pengungsi yang ada di Kota Coxs Bazar.

 

 
(FJR)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA