Presiden Ghani Dukung Strategi Trump di Afghanistan

Arpan Rahman    •    Selasa, 22 Aug 2017 17:33 WIB
afghanistanpemerintahan as
Presiden Ghani Dukung Strategi Trump di Afghanistan
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dukung keputusan baru Donald Trump (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Kabul: Presiden Ashraf Ghani, pada Selasa 22 Agustus 2017, menyambut baik pengumuman strategi Amerika Serikat (AS) yang baru mengenai Afghanistan. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut menunjukkan komitmen lestari AS sebagai mitra kunci pemerintah Afghanistan.
 
 
"Saya berterima kasih kepada Presiden Trump dan rakyat Amerika atas penegasan dukungan terhadap upaya kita untuk mencapai kemandirian dan perjuangan bersama demi membersihkan daerah dari ancaman terorisme," kata Ghani. Pernyataannya muncul dari Istana Presiden beberapa jam setelah pengumuman strategi Trump.
 
"Strategi baru ini akan meningkatkan kapasitas dalam misi Resolute Support (Dukungan Tegas)," kata Ghani dalam pernyataannya. 
 
"Ini akan sangat menekankan pada peningkatan kekuatan udara Afghanistan, menggandakan jumlah Pasukan Khusus Afghanistan, dan memperdalam kemampuan NATO untuk melatih, memberi saran serta membantu pasukan keamanan Afghanistan," serunya seperti disitat Tolo News, Selasa 22 Agustus 2017.
 
"Mengikuti strategi ini menuju stabilitas memungkinkan sebuah wilayah bekerja sama dalam meraih tujuan bersama demi tercapainya perdamaian dan kemakmuran, dan memberikan jalur yang jelas bagi negara-negara kawasan untuk mengakhiri dukungan bagi aktor non-negara," Ghani menambahkan.
 
 
Dia katakan bahwa kemitraan AS dan Afghanistan lebih kuat dari sebelumnya dalam mengatasi ancaman terorisme yang mengancam semua negara.
 
"Kekuatan pasukan keamanan kita harus ditunjukkan kepada Taliban dan yang lainnya, sehingga (mereka) tidak bisa mendapat kemenangan militer. Tujuan perdamaian adalah yang terpenting. Perdamaian tetap menjadi prioritas kami," tambahnya.
 
Trump mengumumkan strateginya di Afghanistan, pada Selasa pagi. Dia berkata, AS harus terus berjuang di Afghanistan dan mereka tidak dapat lagi tinggal diam mengenai perlindungan Pakistan bagi beberapa organisasi teroris.
 
Dia juga berbicara tentang memberi lebih banyak wewenang kepada pasukan di lapangan. "Kami juga akan memperluas wewenang angkatan bersenjata Amerika buat menargetkan jaringan teroris dan kriminal yang menebar kekerasan dan kekacauan di seluruh Afghanistan," kata presiden AS.
 
Dia membubuhkan bahwa misi mereka di Afghanistan untuk melenyapkan teroris.
 
Beberapa jam menyusul pengumuman tersebut, Taliban bereaksi terhadap strategi AS yang baru. Mereka mengklaim akan terus berjuang selama pasukan Amerika masih bercokol di Afghanistan.



(FJR)


Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

6 hours Ago

Para imigran itu ditampung usai otoritas AS mencabut dakwaan hukum atas tuduhan memasuki wilayah…

BERITA LAINNYA