Terorisme Lintas Batas Menjadi Ancaman Nyata di Kawasan

Fajar Nugraha    •    Jumat, 28 Jul 2017 18:28 WIB
terorisme
Terorisme Lintas Batas Menjadi Ancaman Nyata di Kawasan
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Canberra: Jaksa Agung Australia George Brandis akan melakukan pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Wiranto. Pertemuan ini membahas upaya melawan teror regional.
 
Ini adalah Pertemuan Regional Pertama mengenai anggota Teroris dan Terorisme Lintas Perbatasan. 
 
"Pertemuan ini adalah prakarsa penting untuk mengkoordinir respons akan ancaman teror di seluruh kawasan. Hal ini menandai peran penting Australia di kawasan sehingga Indonesia mengundang kami untuk bersama-sama memimpin pertemuan ini," ujar Brandis, dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia, yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 28 Juli 2017.
 
"Karena ISIS terus kehilangan teritori di Timur Tengah, dan adanya ancaman yang sedang terjadi dengan kepulangan para pejuang asing ke kawasan kita, sangat penting bagi kita untuk bekerja sama dengan mitra internasional guna memperkuat bangunan keamanan kawasan, koordinasi dan pertukaran intelijen," imbuhnya.
 
Brandis menyoroti anggota teroris yang kembali dari zona konflik akan memiliki kemampuan dan kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan kekerasan dan menimbulkan ancaman serius di kawasan. ISIS pun telah mendeklarasikan keinginan untuk mendirikan negara khilafah regional dan situasi yang berkembang sekarang di bagian selatan Filipina merupakan kekhawatiran yang besar.
 
"Inilah sebabnya mengapa Pemerintah Australia bersama-sama memimpin pertemuan penting ini dengan Indonesia, di mana termasuk juga para Menteri serta pejabat senior untuk keamanan nasional dari Filipina, Malaysia, Brunei dan Selandia Baru," imbuh Brandis.
 
Negara peserta akan mempertimbangkan bagaimana kita mengembangkan dan mengkoordinir respons untuk tantangan keamanan yang sama, termasuk dengan memperkuat pertukaran informasi dan intelijen dengan mitra regional untuk melacak pergerakan teroris serta membubarkan jaringan teroris.
 
Para petinggi keenam negara juga akan membahas strategi untuk menangkal ekstrimisme dengan kekerasan, memperkuat kerangka hukum untuk menangkal terorisme dan mendeteksi dengan lebih baik ancaman-ancaman di perbatasan dengan cara mengadopsi pendekatan regional yang lebih terpadu untuk tata kelola perbatasan.
 
"Akan ada pembahasan mengenai siber, termasuk tantangan yang  muncul karena semakin meningkatnya pemakaian komunikasi terenkripsi oleh teroris. Kami juga akan menjajaki opsi-opsi untuk berkolaborasi di seluruh kawasan untuk membahas penggunaan internet oleh teroris, mengurangi kemampuan para teroris dalam menyebarluaskan propaganda dan kebencian, serta memperkuat suara mereka yang berbicara melawan kekerasan," pungkasnya.
 
Terorisme bergerak melewati batas-batas negara, dan kerja sama erat untuk penangkalan terorisme sangat penting guna memperkuat keamanan nasional dan kawasan kita. Australia menantikan kerja sama dengan para mitra kawasan untuk memperkuat hubungan yang sudah kukuh serta menjaga keamanan warga kita.



(FJR)