Protes Bersih 5

Mahathir: Seharusnya Tidak Boleh Ada Blokade Polisi

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 19 Nov 2016 15:33 WIB
protes bersih
Mahathir: Seharusnya Tidak Boleh Ada Blokade Polisi
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad hadiri protes Bersih 5 (Foto: The Star)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad akhirnya turut serta dalam unjuk rasa Bersih 5. Mahathir langsung lokasi protes usai kunjungan dari Sudan.
 
Mahathir pada awalnya muncul di Dataran Maybank di Bangsar sekitar pukul 2.20 siang wakatu Malaysia. Tetapi yang dilihatnya saat ini jalanan yang kosong, karena pada pengunjuk rasa sudah bubar.
 
Para pedemo meninggalkan area tersebut dan mencoba masuk ke Dataran Merdeka melalui berbagai rute. Mahathir pun menanggapi blokade yang dilakukan oleh polisi agar mencegah pedemo masuk ke wilayah gedung parlemen di Dataran Merdeka.
 
"Polisi hanya melakukan pekerjaan mereka, tetapi pedemo datang dengan damai. Seharusnya tidak ada blokade," ujar Mahathir, seperti dikutip The Star, Sabtu (19/11/2016).
 
Beberapa pendukung protes Bersih yang tetap bertahan melihat sosok Mahathir, mereka pun menghampiri mantan pemimpin Malaysia itu. Mahathir pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama.
 
Mahathir pun bergerak ke KLCC, di mana pedemo mengalihkan arah mereka untuk melanjutkan aksi protes.
 
PM Najib Razak tiba di Peru
 
Di saat negaranya dipenuhi dengan unjuk rasa, Perdana Menteri Najib Razak tiba di Peru untuk pertemuan APEC.
 
Najib tiba di Bandara Jorge Chavez, di Lima. Bersama Datin Seri Roshmah Mansor, PM Najib disambut oleh Menteri Dalam Negeri Peru Carlos Bosombrio.
 
Mengenai protes bersih ini, Najib sangat tegas menentang. Menurutnya Bersih 5 dijadikan alat oleh pihak oposisi untuk menjatuhkan dirinya. (Baca: PM Najib Anggap Protes Bersih Dijadikan Alat oleh Oposisi Malaysia).
 
Mantan murid dari Mahathir Mohamad itu menegaskan bahwa bila ingin perubahan kekuasaan, harus melalui jalur yang tepat yakni melalui pemilu yang akan dilaksanakan 2018 mendatang.
 
Pemimpin Bersih dan pro-pemerintah
 
Sebelum aksi protes Bersih yang juga ditandingi oleh unjuk rasa kelompok pro-pemerintah 'Kaus Merah', polisi telah menahan kedua pemimpin kelompok yang saling bersaing itu.
 
Kaus Merah sebelumnya mengatakan, mereka hadir untuk memprotes Bersih, gerakan prodemokrasi yang berkumpul untuk mendesak pemilihan umum yang bebas dan adil.
 
Pemimpin kelompok itu, Datuk Seri Jamal Yunos, telah ditangkap gara-gara berkelahi di Ampang Point, Kuala Lumpur, pada 13 November lalu.
 
 
Jamal ditahan pada Sabtu 19 November, sekitar pukul 1.30 malam waktu setempat. Diketahui bahwa Pimpinan Partai UMNO wilayah Sungai Besar itu dibawa ke markas Polisi Selangor di Shah Alam.
 
Penangkapan juga dilakukan terhadap pemimpin massa anti-pemerintah yakni Maria Chin Abdullah. Maria selama ini dikenal ketua kelompok pro-demokrasi Bersih 2.0.
 
Dari kubu Bersih, yang ditahan tidak hanya Maria Chin Abdullah tetapi juga Mandeep Singh. Penangkapan dilakukan dengan alasan bahwa organisasi itu didanai oleh seorang miliuner asal Amerika Serikat (AS).
 
Tetapi menurut anggota komite Bersih 2.0, Jay Jay Denis meyakini bahwa penahanan itu terkait unjuk rasa yang akan berlangsung hari ini. Sebelumnya polisi dan Komisi Multimedia dan Komunikasi Malaysia melakukan penggerebekan kantor Bersih pada Jumat 19 November.

 

 
(FJR)