Kritik PM Najib, Kartunis Malaysia Ditangkap

Willy Haryono    •    Minggu, 27 Nov 2016 17:56 WIB
politik malaysia
Kritik PM Najib, Kartunis Malaysia Ditangkap
Kartunis Malaysia Zulkifli Anwar Ulhaque. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Seorang kartunis Malaysia yang dikenal sering menyindir Perdana Menteri Najib Razak dan keluarganya telah ditahan atas tuduhan menyebar fitnah. 

Zulkifli Anwar Ulhaque -- yang dikenal dengan nama Zunar -- ditangkap di Penang saat dirinya berpartisipasi dalam sebuah festival literatur. 

Kepala Kepolisian Distrik Penang, Mior Faridalathrash Wahid, mengatakan Zunar ditangkap "di bawah aturan pasal penghinaan." Dia menolak memberikan detail lebih lanjut. 

Panitia festival dan para peserta mengecam penangkapan Zunar. "Tindakan represi pemerintah telah mencapai level berbahaya di Malaysia," ujar Michael Vatikiotis, seorang peserta festival, seperti dikutip The Guardian, Minggu (27/11/2016). 

"Penangkapan Zunar di Festival Literatur George Town yang dihadiri puluhan penulis serta seniman, menggarisbawahi sikap pemerintah terhadap kebebasan berekspresi," sambung dia. 

Puluhan kritikus pemerintah Malaysia, termasuk politikus oposisi, akademisi, aktivis dan jurnalis, telah ditangkap dalam beberapa tahun terakhir atas tuduhan fitnah dan penghasutan. 

Zunar pernah beberapa kali ditangkap otoritas Malaysia. Dia pernah sembilan kali dijerat pasal fitnah, namun proses persidangannya masih tertunda. 

Sindiran Politik

Kantor Zunar pernah beberapa kali digerebek petugas, dan buku kartun berisi sindiran politiknya dilarang beredar. Sebagian besar kartun itu menyindir PM Najib dan keluarganya. 

PM Najib dituduh menyalurkan dana senilai USD700 juta dari 1MDB yang didirikannya ke rekening pribadi. Tuduhan ini memicu desakan mundur terhadap Najib, termasuk dari tokoh oposisi Mahathir Mohamad. 

Baca: Kritik Penahanan Anwar Ibrahim, Kartunis Ditahan

Terus dibombardir sejumlah pihak di Malaysia, PM Najib membela diri dan membantah semua tuduhan. Ia mengatakan Pemerintah Malaysia akan bekerja sama dalam penyelidikan internasional kasus 1MDB tersebut.

Terkait aliran dana ke rekening pribadinya, PM Najib menyebut uang itu merupakan pemberian Raja Arab Saudi terhadap dirinya. Ia mengatakan politisasi skandal 1MDB lebih bersifat personal. 

"Motifnya jelas. Ada yang tidak suka dengan kepemimpinan saya, mereka mencoba menjatuhkan saya," ungkap PM Najib.




(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA