Duterte akan Larang Merokok di Tempat Umum

Willy Haryono    •    Rabu, 12 Oct 2016 14:55 WIB
filipina
Duterte akan Larang Merokok di Tempat Umum
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pidatonya di hadapan personel militer di Manila, 4 Oktober 2016. (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Metrotvnews.com, Davao: Presiden Filipina Rodrigo Duterte bulan ini berencana melarang aktivitas merokok di tempat umum. 

Rencana terbaru ini memperkuat aturan Pemerintah Filipina yang melarang dipasangnya iklan rokok di tempat publik, serta kewajiban memasang gambar 'menyeramkan' di tiap bungkus rokok. 

"Ada penurunan signifikan dalam aktivitas merokok, tapi penurunannya relatif lamban," kata Asisten Menteri Kesehatan Filipina Eric Tayag kepada AFP, Rabu (12/10/2016). 

"Kami ingin menggunakan semua perlengkapan yang bisa digunakan untuk memperluas kampanye ini," tambah dia. 

Tayag mengatakan rencana melarang aktivitas merokok di ruang publik digagas Duterte. Pada 2002, Duterte yang berprofesi sebagai Wali Kota melarang semua aktivitas merokok di area publik kota Davao. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 20,6 persen dari populasi Filipina merupakan perokok aktif per tahun 2013, sepuluh tahun setelah undang-undang tembakau diterapkan di negara tersebut. 

Negara berpenduduk 101 juta jiwa itu masih menjadi satu dari 15 negara di dunia yang menderita masalah kesehatan terkait rokok. 

Aturan yang saat ini berlaku di Filipina adalah melarang merokok di tempat tertutup, termasuk bangunan pemerintahan, rumah sakit dan sekolah serta transportasi publik. 

Bar dan kelab malam diwajibkan membuat smoking room. Namun aturan pemerintah tidak mengatur mengenai aktivitas merokok di area terbuka. 

Dalam aturan terbaru, Tayag menyebut Duterte hanya akan mengizinkan perokok untuk merokok di luar ruangan "yang tidak ada siapa-siapa di sekitarnya."

Jika melanggar, perokok akan dijatuhi beragam hukuman, termasuk penjara, denda, dan kegiatan sosial pelayanan masyarakat (community service) atau ketiganya sekaligus.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

23 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA