Racuni 4 Suami, Black Widow Jepang Dijatuhi Hukuman Mati

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 07 Nov 2017 21:02 WIB
jepang
Racuni 4 Suami, <i>Black Widow</i> Jepang Dijatuhi Hukuman Mati
Chisako Kakehi dituding bersalah karena membunuh tiga suaminya terdahulu (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Tokyo: Pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman gantung bagi Chisako Kakehi. Chisako (70) dituding bersalah karena membunuh tiga suaminya terdahulu.
 
Tak hanya itu, dia juga dituduh melakukan percobaan pembunuhan pada orang keempat. Dilansir dari Washington Post, vonis Chisako dijatuhkan pada hari ini, Selasa, 7 November 2017.
 
"Terdakwa membuat korban minum senyawa sianida dengan niat membunuh pada semua kasus," ujar Haki Ayako Nakagawa di pengadilan.
 
"Kasus-kasus itu dipersiapkan dengan baik sebelumnya. Ini perbuatan licik dan jahat. Saya tidak punya pilihan selain menjatuhkan hukuman maksimal," imbuh dia.
 
Juli lalu merupakan sidang pertama nenek 70 tahun tersebut. Dia mengakui perbuatannya saat ditanya jaksa penuntut umum.
 
Chisako Kakehi ditangkap pada 2014 karena diduga menghabisi nyawa tiga suaminya terdahulu. Dia bahkan juga berencana membunuh suami barunya.
 
Chisako mengaku melakukan aksinya karena suaminya tidak memberinya cukup uang dan racun sianida yang dipakai untuk meracuninya didapat dari seorang rekan bisnis.
 
"Saya tidak diberi uang setelah saya menikah dengannya. Saya tidak berniat menyembunyikan kesalahan. Saya akan tertawa dan meninggal jika saya divonis hukuman mati besok," katanya seperti dikutip Japan Times.
 
Penyelidikan terhadap perempuan yang dijuluki 'Black Widow' oleh media Jepang itu bermula ketika Isao Kakehi, suaminya yang keempat, meninggal dunia pada 28 Desember 2013 atau sebulan setelah keduanya menikah.
 
Hasil autopsi menunjukkan jejak sianida pada jenazah Isao Kakehi. Kepolisian kemudian mulai menyelidiki penyebab kematian tiga lelaki yang pernah menjadi kekasih Chisako.
 
Jaksa penuntut mengatakan Chisako sengaja membunuh keempat pria tersebut menggunakan racun sianida karena dia mengincar uang mereka.
 
Semua pria yang meninggal dunia berusia antara 70 hingga 80 tahun. Adapun rangkaian peristiwa terjadi antara 2007 hingga 2013.
 
Sebelum menikah dengan Isao Kakehi, Chisako telah menikah sebanyak tiga kali dan semua suaminya telah meninggal dunia. Pengacara Chisako, kala itu, berargumen bahwa kesaksian kliennya tidak bisa dipercaya karena dia mengalami kepikunan.
 
Hakim Nakagawa menolak argumen pengacara Chisako tersebut.
 
Lebih dari 560 orang hadir di ruang sidang untuk menyaksikan persidangan maraton yang berlangsung selama 135 hari. Kasus ini menjadi yang terpanjang kedua di Jepang sejak mereka memperkenalkan sistem juri hakim gabungan di pengadilan pada 2009.



(FJR)