Ingin Berunding dengan AS, Korut Tentukan Syarat

Fajar Nugraha    •    Selasa, 17 Oct 2017 16:35 WIB
nuklir korea utara
Ingin Berunding dengan AS, Korut Tentukan Syarat
Korut terus kembangkan kemampuan nuklir dan rudal (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, New York: Setelah menegaskan tidak akan bersedia untuk melakukan negosiasi, sikap Korea Utara (Korut) menunjukkan perubahan.
 
Kali ini Korut menyatakan siap melakukan perundingan pelucutan senjata, namun dengan syarat yang mereka tentukan.
 
Menurut Wakil Duta Besar Korut untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kim In-Ryong, "perang nuklir dapat terjadi kapan pun".
 
"Namun hal ini bisa dihindari jika kebijakan bermusuhan dan ancaman nuklir Amerika Serikat (AS) benar-benar dihapus sepenuhnya. Namun bila hal tersebut tetap ada, kami tidak akan pernah menegosiasikan senjata nuklir dan roket balistik, dalam bentuk situasi apapun," tegas Kim In-Ryong, seperti dikutip AFP, Selasa, 17 Oktober 2017.
 
Kim menambahkan, negaranya mampu melewati pintu terakhir menuju kekuatan nuklir penuh dan diperkuat dengan perlengkapan serangan nuklir.
 
"Daratan AS secara keseluruhan dalam jangkauan tembak kami. Bila AS berani menyerbu kami, bahkan hanya satu inchi, hukuman berat akan menanti mereka dari kami," ungkap Kim.
 
Meskipun Presiden AS Donald Trump beberapa kali terlibat perang mulut dengan pemimpin Korut Kim Jong-Un, Menlu AS Rex Tillerson berupaya untuk meredam keadaan. Meskipun Trump menyebutkan tindakan Tillerson hanya buang waktu.
 
 
"Presiden Trump tidak ingin perang. Upaya diplomasi akan tetap berlanjut hingga bom pertama dilesakkan," pungkas Tillerson.
 
Terkait hubungan AS dan Tiongkok soal nuklir Korut, Tillerson kembali menegaskan bahwa hubungan AS dan Tiongkok tidak menegang dan Tiongkok memahami posisi AS.
 
Ia yakin Tiongkok mengerti posisi AS dan mereka tidak mencampuri kebijakan AS soal Korut.



(FJR)