RI Beri 100 Beasiswa untuk Mahasiswa Afghanistan Tahun Depan

Sonya Michaella    •    Senin, 06 Nov 2017 18:50 WIB
indonesia-afghanistan
RI Beri 100 Beasiswa untuk Mahasiswa Afghanistan Tahun Depan
Menlu Retno Marsudi bersama rombongan delegasi RI berdiskusi dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kabul, 6 November 2017. (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Kabul: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan kerja sama pendidikan Indonesia dengan Afghanistan akan semakin ditingkatkan. Peningkatan kerja sama ini akan dibuktikan tahun depan.

“Tahun depan, Indonesia akan memberikan 100 beasiswa kepada mahasiswa asal Afghanistan. Selain itu, kerja sama antar universitas dua negara juga harus ditingkatkan,” kata Menlu Retno dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri RI kepada Metrotvnews.com, Senin 6 November 2017.

Tidak hanya pendidikan, lanjut dia, pemberdayaan perempuan juga menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan di bidang ekonomi dan perdamaian. Bidang ini menjadi salah satu yang disorot dalam kunjungan Menlu Retno ke Kabul.

“Desember nanti, Ibu Negara Afghanistan akan berkunjung ke Indonesia dalam konteks meningkatkan kerja sama pemberdayaan perempuan,” ucap Menlu Retno lagi.

Salah satunya yang akan dibicarakan adalah kerja sama bidang polisi wanita, karena Indonesia dinilai mempunyai kapasitas dalam kerja sama pendidikan bagi polwan dan juga mengenai deradikalisasi.

Kunjungan Perdana

“Kunjungan saya ke Kabul utamanya untuk rekonsiliasi perdamaian Afghanistan di mana kontribusi Indonesia sangat berpengaruh,” tukasnya.

Tiba di Afghanistan, Menlu Retno diterima Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Menlu Retno tiba di Kabul sekitar pukul 07.15 waktu setempat.

Sebelum diterima Ghani, Menlu Retno disambut oleh Menteri Luar Negeri Afghanistan dan Dubes RI untuk Afghanistan di bandara.

Kunjungan Menlu Retno ke Afghanistan termasuk bersejarah karena merupakan kali pertama dari seorang Menlu RI sejak 1961.

Indonesia telah banyak membantu rekonsiliasi pembangunan di Afghanistan. Walau nilai kerja sama perdagangan kedua negara terbilang kecil, hanya USD16 juta, namun Afghanistan dinilai sebagai negara yang memiliki banyak potensi.


(WIL)