Pesan Aung San Suu Kyi untuk Warga di Rakhine

   •    Jumat, 03 Nov 2017 10:22 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Pesan Aung San Suu Kyi untuk Warga di Rakhine
Aung San Suu Kyi saat bertemu warga etnis Myo di Maungdaw, Rakhine (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Sittwe: Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mendesak rakyat tidak berselisih. Imbauannya dilontarkan saat untuk pertama kali mengunjungi daerah Rakhine yang dilanda insiden kekerasan sejak 25 Agustus lalu.
 
 
Terpecah-belah oleh kekerasan suku sejak ratusan ribu Muslim Rohingya yang berada di Rakhine lari untuk menghindari militer.
 
Saksi melihat ribuan orang Rohingya, yang putus asa, menyeberang melalui perairan dangkal dan sungai kecil di antara pulau di Sungai Naf untuk mencapai negara tetangga, Bangladesh, pada malam sebelumnya.
 
Beberapa dari mereka memiliki kapal kecil atau menarik rakit darurat untuk sampai ke Bangladesh di tepi sungai barat, tapi kebanyakan dari mereka
berjalan, anak-anak dipeluk dan orang tua digendong di punggung, dengan barang terikat di pundak mereka.
 
Saat mencapai sisi seberang daratan, beberapa wanita dan orang tua harus ditarik melewati lumpur untuk mencapai lahan kering di tepian curam.
 
"Lebih dari 4.000 orang menyeberang di berbagai titik di sungai itu pada Rabu," kata laporan Mayor Mohammed Iqbal, pejabat keamanan Bangladesh di distrik selatan Cox's Bazar.
 
Lebih dari 600 ribu orang Rohingya meninggalkan Myanmar, yang sebagian besar penduduknya beragama Buddha, ke negara tetangga Bangladesh sejak akhir Agustus untuk menghindari kekerasan setelah operasi kontra-pemberontakan militer dilancarkan, menyusul tindakan militan Rohingya menyerang pos-pos keamanan di negara bagian Rakhine.
 
Suu Kyi, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, telah menghadapi kritik internasional yang berat karena tidak mengambil tindakan lebih lanjut dalam menanggapi apa yang oleh pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut "pembersihan etnis" oleh para tentara Myanmar.
 
Dalam pengamanan tinggi, Suu Kyi naik helikopter militer di Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, untuk dibawa menuju sebuah desa di Maungdaw, distrik yang tampak terjadi eksodus terbesar.
 
"Di jalan tempat beberapa orang berkumpul, dia menghentikan mobil dan berbicara dengan semua orang," kata Chris Lewa, dari kelompok pemantau Arakan Project, mengutip seorang pemimpin Rohingya yang hadir, seperti dikutip dari Antara, Jumat 3 November 2017.
 
"Dia hanya mengatakan tiga hal kepada rakyat - mereka harus hidup damai, pemerintah ada untuk membantu mereka, dan mereka seharusnya tidak berselisih satu sama lain," katanya.
 
Akhir-akhir ini, Suu Kyi, yang tidak mengendalikan militer, tampaknya memimpin lebih kuat dalam kemelut tersebut, dengan memusatkan upaya pemerintah untuk pemulihan dan berjanji memulangkan pengungsi.

 

 
(FJR)