Kemenlu Bantah Isu Penarikan Paspor Warga Keturunan di Filipina

Sonya Michaella    •    Senin, 08 Jan 2018 16:04 WIB
indonesia-filipinafilipina
Kemenlu Bantah Isu Penarikan Paspor Warga Keturunan di Filipina
Petugas Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat menyusun dokumen paspor milik pemohon di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu 12 Juli 2017. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta: Desas-desus penarikan 300 paspor yang telah diberikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada sejumlah warga keturunan Indonesia di Filipina Selatan tidak benar. Kemenlu RI menegaskan paspor hanya dikembalikan sementara untuk pengurusan izin tinggal.

“Karena mereka sudah memegang paspor Indonesia, jadi harus urus izin tinggal di Filipina Selatan,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal ketika ditemui di Kemenlu RI, Jakarta, Senin 8 Januari 2018.

Jika para warga keturunan itu mengurus sendiri izin tinggal, prosesnya relatif sulit. Maka dari itu, Pemerintah Indonesia harus mengambil kembali paspor yang sudah diberikan untuk diurusi izin tinggalnya.

“Sampai saat ini, ya, tidak dipungut biaya (untuk proses). Ibu Menlu langsung angkat kasus ini dengan Presiden Rodrigo Duterte agar dipercepat pemberian izin tinggal,” lanjut Iqbal.

Iqbal menambahkan, proses pemberian paspor Indonesia kepada warga keturunan Indonesia yang tinggal di Filipina Selatan juga tidak lepas dari kerja sama Pemerintah Filipina.

“Karena negosiasi pemberian paspor ini termasuk yang panjang. Kita juga diuntungkan dengan sikap kooperatif Filipina,” ungkap Iqbal lagi.

Hingga saat ini, 2.500 warga keturunan Indonesia telah diberi surat penegasan bahwa mereka adalah WNI dengan diberinya 300 paspor secara simbolik, 3 Januari kemarin, di Davao.

Baca: Ribuan Warga Keturunan di Filipina Segera Miliki Paspor Indonesia

“Harapannya tahun ini bisa selesai. Semuanya dapat paspor dan sudah punya izin tinggal,” tukas Iqbal.

Sebelumnya, 2.500 orang keturunan Indonesia ini tidak memiliki data-data valid. Dokumen yang mereka miliki masih belum jelas, apakah itu Indonesia atau Filipina. Namun, mereka sudah lama tinggal di Mindanao.

KJRI Davao City bekerja sama dengan Pemerintah Filipina dan UNHCR telah berhasil mendata 8.745 Warga Keturunan Filipina atau disebut Persons of Indonesian Descent yang tersebar di delapan provinsi di Filipina Selatan.

Dari ribuan orang keturunan Indonesia itu, tidak ada yang meminta untuk tinggal di Indonesia. Pasalnya, di Indonesia pun mereka sudah tidak memiliki sanak saudara dan keluarga.

Orang-orang keturunan Indonesia yang tinggal di Filipina Selatan tersebut telah lama diketahui keberadaannya oleh pemerintah. Warga keturunan Indonesia itu bermigrasi ke Filipina Selatan mengikuti jejak nenek moyang mereka, yang kala itu berprofesi sebagai pelaut dan nelayan yang kerap menjelajahi Laut Sulawesi hingga Laut Sulu.


(WIL)


Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

6 hours Ago

Para imigran itu ditampung usai otoritas AS mencabut dakwaan hukum atas tuduhan memasuki wilayah…

BERITA LAINNYA