Duterte Tuding Media Rappler Disokong AS

Sonya Michaella    •    Kamis, 22 Feb 2018 19:56 WIB
kebebasan persfilipina
Duterte Tuding Media Rappler Disokong AS
Salah satu media Filipina, Rappler, dibredel pemerintah. (Foto: AFP)

Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte melarang media pengkritiknya, Rappler, untuk hadir di sebuah acaranya. Bahkan, Duterte menuduh Rappler punya hubungan dan juga disokong oleh Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA.

"Itu adalah sejarah CIA AS dan mereka memilih subyek yang bisa mereka pegang," kata Duterte, dikutip dari AFP, Kamis 22 Februari 2018.

Perlakuan Duterte ini tentu saja dikecam karena dianggap mengancam kebebasan pers dengan melarang jurnalis dari media oposisi untuk meliput kegiatannya.

"Duterte mengancam kebebasan media. Ini dapat memperluas pelanggaran terhadap jurnalis dan organisasi media yang memantau secara kritis dan menyoroti rekam jejak pemerintah yang buruk," sebut pernyataan dari Human Rights Watch.

Berdiri pada 2012, Rappler memang dikenal sebagai media yang kerap mengkritik pemerintahan Filipina, termasuk kampanye perang narkoba Duterte.

Sejak 11 Januari lalu, Pemerintah Filipina pun meminta Rappler agar ditutup. Duterte memang sudah lama mengancam akan membuka adanya kepemilikan Amerika Serikat dalam perusahaan Rappler.

Kasus ini mencuat ketika Rappler memutuskan untuk menerbitkan saham milik Filipina dalam perusahaan tersebut ke pihak yang disebut pemerintah sebagai perusahaan asing.


(SCI)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

1 hour Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA