Filipina Batalkan Perundingan Damai dengan Pemberontak Komunis

Sonya Michaella    •    Rabu, 22 Nov 2017 16:31 WIB
filipina
Filipina Batalkan Perundingan Damai dengan Pemberontak Komunis
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: AFP)

Manila: Pemerintah Filipina memutuskan untuk menghentikan rencana perundingan damai dengan pemberontak komunis Filipina, CPP-NPA-NDF. 

"Tidak ada lagi perundingan damai dengan CPP-NPA-NDF sampai waktu yang diharapkan kondusif untuk perubahan pada posisi pemerintah menjadi jelas," ucap Sekretaris Penasihat Perdamaian Presiden, Jesus Dureza.

Dilansir dari Inquirer, Rabu 22 November 2017, Dureza menulis dalam pernyataan resminya bahwa Presiden Rodrigo Duterte-lah yang memerintahkan langsung pembatalan perundingan damai ini. Kabarnya, kurangnya kemauan untuk negosiasi tersebut menjadi alasan dari pembatalan. 

Dureza menambahkan bahwa Duterte telah mengambil langkah yang belum pernah diambil presiden Filipina sebelumnya untuk menuju perdamaian.

"Namun Partai Komunis tidak menunjukkan itikad baik," lanjut Dureza.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Filipina menegaskan akan terus melanjutkan operasi perburuan terhadap pasukan bersenjata tersebut. 

"Kami tegaskan kepada NPA untuk segera meletakkan senjata, menyerah dan kembali pada masyarakat," sebut pernyataan Dureza. 

Pekan lalu, pihak berwenang mengumumkan telah menangkap dua pemimpin tinggi NPA, yakni Rosario Delambaca Tabanao dan Leonardo Jacotin di kota Pagadian. Keduanya dituduh bertanggung jawab atas tindak perampokan, pembunuhan, penyebaran senjata, serta peledakan bom.






(FJR)